Translate

Senin, 17 Desember 2012

sisterm koordinasi pada manusia



Sistem Saraf Manusia - Sistem syaraf adalah sebuah sistem organ yang mengandung jaringan sel-sel khusus yang disebut neuron yang mengkoordinasikan tindakan binatang dan mengirimkan sinyal antara berbagai bagian tubuhnya. Pada kebanyakan hewan sistem saraf terdiri dari dua bagian, pusat dan perifer. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf perifer terdiri dari neuron sensorik, kelompok neuron yang disebut ganglia, dan saraf menghubungkan mereka satu sama lain dan sistem saraf pusat. Daerah ini semua saling berhubungan melalui jalur saraf yang kompleks. Di sistem saraf enterik, suatu subsistem dari sistem saraf perifer, memiliki kapasitas, bahkan ketika dipisahkan dari sisa dari sistem saraf melalui sambungan primer oleh saraf vagus, untuk berfungsi dengan mandiri dalam mengendalikan sistem gastrointestinal.

Neuron mengirimkan sinyal ke sel lain sebagai gelombang elektrokimia perjalanan sepanjang serat tipis yang disebut akson, yang menyebabkan zat kimia yang disebut neurotransmitter yang akan dirilis di persimpangan yang disebut sinapsis. Sebuah sel yang menerima sinyal sinaptik mungkin bersemangat, terhambat, atau sebaliknya dimodulasi. Sensory neuron diaktifkan oleh rangsangan fisik menimpa mereka, dan mengirim sinyal yang menginformasikan sistem saraf pusat negara bagian tubuh dan lingkungan eksternal. Motor neuron, terletak baik dalam sistem saraf pusat atau di perifer ganglia, menghubungkan sistem saraf otot atau organ-organ efektor lain. Sentral neuron, yang pada vertebrata sangat lebih banyak daripada jenis lain, membuat semua input dan output mereka koneksi dengan neuron lain. Interaksi dari semua jenis bentuk neuron sirkuit neural yang menghasilkan suatu organisme persepsi dari dunia dan menentukan perilaku. Seiring dengan neuron, sistem saraf mengandung sel-sel khusus lainnya yang disebut sel-sel glial (atau hanya glia), yang menyediakan dukungan struktural dan metabolik.

Sistem saraf ditemukan di sebagian besar hewan multiseluler, tapi sangat bervariasi dalam kompleksitasnya. Porifera tidak memiliki sistem saraf, walaupun mereka telah homologs dari banyak gen yang memainkan peran penting dalam fungsi sistem saraf, dan mampu seluruh tubuh beberapa tanggapan, termasuk bentuk primitif penggerak. Mesozoans-Placozoans dan hewan sederhana lainnya yang tidak diklasifikasikan sebagai bagian dari Subkerajaan Eumetazoa-juga tidak memiliki sistem saraf. Dalam Radiata (radial simetris binatang seperti ubur-ubur) Sistem saraf terdiri dari jaring syaraf yang sederhana. Bilateria, yang mencakup sebagian besar vertebrata dan invertebrata, semua memiliki sistem saraf yang berisi otak, saraf tulang belakang, dan saraf perifer. Ukuran sistem saraf bilaterian berkisar dari beberapa ratus sel dalam cacing yang paling sederhana, untuk di urutan 100 milyar sel pada manusia.

Struktur
Sistem saraf namanya berasal dari saraf, yang merupakan kumpulan silinder jaringan yang berasal dari otak dan sumsum tulang belakang dan cabang berulang kali untuk innervate setiap bagian dari tubuh. Saraf cukup besar telah diakui oleh orang Mesir kuno, Yunani, dan Roma, tetapi struktur internal mereka tidak mengerti sampai menjadi mungkin untuk memeriksa mereka dengan menggunakan mikroskop. Sebuah pemeriksaan mikroskopis menunjukkan bahwa saraf terdiri terutama dari akson neuron, bersama dengan berbagai membran yang membungkus di sekitar mereka dan memisahkan mereka ke fascicles. Neuron yang menimbulkan saraf tidak berbohong dalam diri mereka-mereka berada dalam tubuh sel otak, saraf tulang belakang, atau perifer ganglia.

Semua hewan lebih maju daripada spons memiliki sistem saraf. Namun, bahkan spons, hewan uniseluler, dan non-binatang seperti jamur lendir memiliki sel-sel untuk sinyal mekanisme yang prekursor kepada mereka neuron. Pada hewan simetris radial seperti ubur-ubur dan ular naga, sistem syaraf terdiri jaringan yang tersebar sel-sel yang terisolasi. Pada bilaterian binatang, yang membentuk sebagian besar spesies yang ada, sistem saraf memiliki struktur umum yang berasal di awal periode Kambrium, lebih dari 500 juta tahun yang lalu.

Cell
Sistem saraf terutama terdiri dari dua kategori sel: neuron dan sel glial.

Neuron


Sistem saraf didefinisikan oleh kehadiran tipe khusus dari sel-neuron (terkadang disebut “neuron” atau “sel saraf”). Neuron dapat dibedakan dari sel-sel lain dalam beberapa cara, tetapi mereka yang paling mendasar properti adalah bahwa mereka berkomunikasi dengan sel lainnya melalui sinapsis, yang membran-ke-membran yang mengandung molekul Persimpangan mesin yang memungkinkan sinyal transmisi cepat, baik listrik atau kimia. Banyak jenis memiliki sebuah akson neuron, suatu yg bersifat protoplasma tonjolan yang dapat memperluas untuk jauh bagian tubuh dan membuat ribuan kontak sinaptik. Akson sering bepergian melalui tubuh dalam kumpulan yang disebut saraf.

Bahkan dalam sistem saraf satu spesies seperti manusia, ratusan jenis neuron ada, dengan berbagai morfologi dan fungsi. Ini termasuk indra neuron yang mentransmutasikan rangsangan fisik seperti cahaya dan suara menjadi sinyal saraf, dan motor neuron yang mentransmutasikan sinyal saraf ke aktivasi mucles atau kelenjar, namun pada banyak spesies sebagian besar neuron mereka menerima semua masukan dari neuron lain dan mengirimkan outputnya ke neuron lain.

Sel Glial
Sel-sel glial sel non-syaraf yang memberikan dukungan dan nutrisi, mempertahankan homeostasis, membentuk myelin, dan berpartisipasi dalam transmisi sinyal di sistem saraf. Dalam otak manusia, diperkirakan bahwa jumlah total glia kira-kira sama dengan jumlah neuron, meskipun proporsi otak berbeda untuk setiap daerah. Di antara fungsi-fungsi yang paling penting dari sel-sel glial untuk mendukung neuron dan menahan mereka di tempat; untuk memasok nutrisi ke neuron; untuk mengisolasi neuron elektrik; untuk menghancurkan patogen dan menghapus mati neuron; dan untuk memberikan isyarat mengarahkan bimbingan akson neuron target mereka. Salah satu jenis yang sangat penting menghasilkan sel glial lapisan zat lemak yang disebut myelin yang membungkus di sekitar akson dan memberikan isolasi listrik yang memungkinkan mereka untuk mengirimkan banyak potensi aksi lebih cepat dan efisien.

Anatomi vertebrata

Sistem saraf hewan vertebrata (termasuk manusia) dibagi ke dalam sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf perifer (PNS).

Sistem saraf pusat (SSP) adalah bagian terbesar, dan termasuk otak dan sumsum tulang belakang. The spinal rongga berisi sumsum tulang belakang, sementara kepala berisi otak. The SSP adalah tertutup dan dilindungi oleh Meninges, tiga sistem berlapis-lapis membran, termasuk yang tangguh, kulit lapisan luar yang disebut dura mater. Otak juga dilindungi oleh tengkorak, dan sumsum tulang belakang dengan tulang belakang.

Sistem saraf perifer (PNS) adalah sebuah istilah kolektif untuk sistem saraf struktur yang tidak terletak di dalam SSP. Sebagian besar bungkusan yang disebut akson saraf dianggap berasal dari PNS, bahkan ketika sel tubuh neuron yang menjadi milik mereka berada di dalam otak atau sumsum tulang belakang. PNS dibagi menjadi bagian somatik dan visceral. Somatik bagian terdiri dari saraf yang innervate kulit, sendi, dan otot. Tubuh sel somatik neuron sensorik terletak dalam ganglia akar dorsal dari sumsum tulang belakang. Bagian yang mendalam, juga dikenal sebagai sistem saraf otonom, mengandung neuron yang innervate organ-organ, pembuluh darah, dan kelenjar. Sistem saraf otonom itu sendiri terdiri dari dua bagian: sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Beberapa penulis juga termasuk neuron sensorik badan sel yang terletak di pinggiran (untuk indera seperti pendengaran) sebagai bagian dari PNS; lain, bagaimanapun, hilangkan mereka.


sistem ekskresi pada hewan


Sistem Ekskresi pada Pisces
Sistem eksresi ikan seperti juga pada vertebrata lain, yang mempunyai banyak fungsi antara lainuntuk regulasi kadar air tubuh, menjaga keseimbangan garam dan mengeliminasi sisa nitrogenhasil dari metabolisme protein. Alat pengeluaran ikan terdiri dari:
•Insang yang mengeluarkan CO2 dan H2O
•Kulit ; kelenjar kulitnya mengeluarkan lendir sehingga tubuhnya licin untuk memudahkan gerak di dalam air.
•Sepasang ginjal (sebagian besar) yang mengeluarkan urine.Berkembang dua tipe ginjal pada ikan, yaitu;
•Pronefros,Ginjal pronefros adalah yang paling primitif, meski terdapat pada perkembanganembrional sebagian besar ikan, tetapi saat dewasa tidak fungsional, fungsinya akandigantikan oleh mesonephros. Perkecualian pada ikan‘hagfish’(Myxine) dan lamprey.
•MesonefrosGinjal ikan bertipe mesonefros, berfungsi seperti opistonefros pada embrio emniota.Keduanya mirip, perbedaan prinsip adalah kaitannya dengan sistem peredaran darah, tingkatkompleksitas, dan pada efisiensinya. Jumlah glomerulus ikan air tawar lebih banyak dandiameternya lebih besar dibandingkan dengan ikan laut.Ikan beradaptasi terhadap lingkungannya dengan cara khusus. Terdapat perbedaan adaptasiantara ikan air laut dan ikan air tawar dalam proses eksresi. Keduanya memiliki cara yang berlawanan dalam mempertahankan keseimbangan kadar garam di dalam tubuhnya.Air garam cenderung menyebabkan tubuh terdehidrasi, sedangkan pada kadar garam rendahdapat menyebabkan naiknya konsentrasi garam tubuh. Ginjal ikan harus berperan besar untuk menjaga keseimbangan garam tubuh. Beberapa ikan laut memiliki kelenjar eksresi garam padainsang, yang berperan dalam mengeliminasi kelebihan garam. Ginjal berfungsi untuk menyaringsesuatu yang terlarut dalam air darah dan hasilnya akan dikeluarkan lewat korpus renalis.Tubulus yang bergulung berperan penting dalam menjaga keseimbangan air. Hasil yang hilang pada bagian tubulus nefron, termasuk air dan yang lain, diabsorpsi lagi ke dalam aliran darah.Korpus renalis lebih besar pada ikan air tawar daripada ikan air laut, sehingga cairan tubuh tidak  banyak keluar karena penting untuk menjaga over dilusi (agar cairan tubuh tidak terlalu encer).Elasmobranchii, tidak seperti kebanyakan ikan air laut, memiliki korpus renalis yang besar danmengeluarkan air relatif banyak, seperti pada ikan air tawar. Bangunan seperti kantung kemih pada beberapa jenis ikan hanya untuk penampung urine sementara, dan umumnya hanya berupa perluasan dari bagian akhir duktus ekskretori.

OSMOREGULASI
Pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh yang layak bagi kehidupan ikan, sehingga proses- proses fisiologis tubuhnya berfungsi normal.
•Osmoregulasi dilakukan dengan berbagai cara melalui:- ginjal- kulit- membran mulut

Osmoregulasi pada ikan air tawar  



•Ikan air tawar cenderung untuk menyerap air dari lingkungannya dengan cara osmosis.Insang ikan air tawar secara aktif memasukkan garam dari lingkungan ke dalam tubuh.
•Ginjal akan memompa keluar kelebihan air sebagai air seni. Ginjal mempunyai glomerulidalam jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapatmenahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air senisebanyak-banyaknya. Ketika cairan dari badan malpighi memasuki tubuli ginjal, glukosaakan diserap kembali pada tubuli proximallis dan garam-garam diserap kembali padatubuli distal. Dinding tubuli ginjal bersifat impermiable (kedap air, tidak dapat ditembus)terhadap air.
•Urine yang dihasilkan mengandung konsentrasi air yang tinggi.Osmoregulasi pada ikan air laut
•Ikan air laut memiliki konsentrasi garam yang tinggi di dalam darahnya. Ikan air lautcenderung untuk kehilangan air di dalam sel-sel tubuhnya karena proses osmosis. Untuk itu, insang ikan air laut aktif mengeluarkan garam dari tubuhnya. Untuk mengatasikehilangan air, ikan ‘minum’air laut sebanyak-banyaknya. Dengan demikian berarti pula

 
kandungan garam akan meningkat dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini dan kelebihan garam harus dihilangkan. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisiosmotik untuk mempertahankan air, volume air seni lebih sedikit dibandingkan denganikan air tawar. Tubuli ginjal mampu berfungsi sebagai penahan air.
•Jumlah glomeruli ikan laut cenderung lebih sedikit dan bentuknya lebih kecil daripadaikan air tawar.





























sistem Ekskresi pada Pisces
Sistem eksresi ikan seperti juga pada vertebrata lain, yang mempunyai banyak fungsi antara lain untuk regulasi kadar air tubuh, menjagakeseimbangan garam dan mengeliminasi sisa nitrogen hasil dari metabolisme protein. Alat pengeluaran ikan terdiri dari:
‡
Insang yang mengeluarkan CO2 dan H2O
‡
Kulit ; kelenjar kulitnya mengeluarkan lendir sehingga tubuhnya licin untuk memudahkan gerak di dalam air.
‡
Sepasang ginjal (sebagian besar) yang mengeluarkan urine.Berkembang dua tipe ginjal pada ikan, yaitu;
‡
Pronefros,Ginjal pronefros adalah yang paling primitif, meski terdapat pada perkembanganembrional sebagian besar ikan, tetapi saat dewasa tidak fungsional, fungsinya akandigantikan oleh mesonephros. Perkecualian pada ikanµhagfish¶(Myxine) dan lamprey.
MesonefrosGinjal ikan bertipe mesonefros, berfungsi seperti opistonefros pada embrio emniota.Keduanya mirip, perbedaan prinsip adalah kaitannya dengan sistem peredaran darah, tingkatkompleksitas, dan pada efisiensinya. Jumlah glomerulus ikan air tawar lebih banyak dan
diameternya lebih besar dibandingkan dengan ikan laut.Ikan beradaptasi terhadap lingkungannya dengan cara khusus. Terdapat perbedaan adaptasiantara ikan air laut dan ikan air tawar dalam proses eksresi. Keduanya memiliki cara yangberlawanan dalam mempertahankan keseimbangan kadar garam di dalam tubuhnya.Air garam cenderung menyebabkan tubuh terdehidrasi, sedangkan pada kadar garam rendahdapat menyebabkan naiknya konsentrasi garam tubuh. Ginjal ikan harus berperan besar untukmenjaga keseimbangan garam tubuh. Beberapa ikan laut memiliki kelenjar eksresi garam padainsang, yang berperan dalam mengeliminasi kelebihan garam. Ginjal berfungsi untuk menyaringsesuatu yang terlarut dalam air darah dan hasilnya akan dikeluarkan lewat korpus renalis.Tubulus yang bergulung berperan penting dalam menjaga keseimbangan air. Hasil yang hilangpada bagian tubulus nefron, termasuk air dan yang lain, diabsorpsi lagi ke dalam aliran darah.Korpus renalis lebih besar pada ikan air tawar daripada ikan air laut, sehingga cairan tubuh tidakbanyak keluar karena penting untuk menjaga over dilusi (agar cairan tubuh tidak terlalu encer).Elasmobranchii, tidak seperti kebanyakan ikan air laut, memiliki korpus renalis yang besar danmengeluarkan air relatif banyak, seperti pada ikan air tawar. Bangunan seperti kantung kemihpada beberapa jenis ikan hanya untuk penampungurine sementara, dan umumnya hanya berupaperluasan dari bagian akhir duktus ekskretori. 
 SISTEM EKSKRESI DAN OSMOREGULASIDefinisi :Sistem Ekskresi : sistem pembuangan proses metabolisme tubuh (berupa gas, cairan, danpadatan) melalui kulit, ginjal, dan saluran pencernaan).Sistem Osmoregulasi : sistem pengaturan keseimbangan tekanan osmotik cairan tubuh (air dandarah) dengan tekanan osmotik habitat (perairan).Organ-organ dalam sistem ekskresi : kulit, saluran pencernaan, dan ginjal.Organ-organ sistem osmoregulasi : kulit, ginjal, insang, lapisan tipis mulut.Ginjal : teletak di atas rongga perut, di luar peritonium, di bawah tulang punggung dan aortadorsalis, sebanyak satu pasang, berwarna merah, memanjang.Fungsi Ginjal :1. menyaring sisa-sisa proses metabolisme untuk dibuang, zat-zat yang diperlukan tubuhdiedarkan lagi melalui darah2. mengatur kekentalan urin yang dibuang untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotikcairan tubuhTekanan osmotik cairan tubuh berbeda antara ikan-ikan bertulang benar (Teleostei) yang hidupdi laut dengan yang hidup di perairan tawar, demikian juga dengan ikan-ikan bertulang rawan
 
(Elasmobranchii), sehingga struktur dan jumlah ginjalnya juga berbeda, demikian juga dengansistem osmoregulasinya. DEFINISI IKAN (PISCES)Bertulang belakang (termasuk vertebrata), habitatnya perairan, bernapas dengan insang(terutama), bergerak dan menjaga keseimbangan tubunya menggunakan sirip-sirip, bersifatpoikilotermal. MORFOLOGI (Bentuk Tubuh) IKANBervariasi sekali, tetapi morfologi dasarnya adalah kepala, badan, dan
¢
terdiri dari gambar 1,gambar 2.a bentuk umum : bilateral ekor simetri, dan gambar 2.b nonsimetri ANATOMIAda 10 sistem anatomi pada tubuh ikan :1. Sistem penutup tubuh (kulit) : antara lain sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir, dan sumber-sumber pewarnaan.2. Sistem otot (urat daging): - penggerak tubuh, sirip-sirip, insang- organ listrik3. Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot; pelindung organ-organ dalam dan penegaktubuh4. Sistem pernapasan (respirasi): organnya terutama insang; ada organ-organ tambahan5. Sistem peredaran darah (sirkulasi) : - organnya jantung dan sel-sel darah- mengedarkan O2, nutrisi, dsb6. Sistem pencernaan : organnya saluran pencernaan dari mulut  anus7. Sistem saraf : organnya otak dan saraf-saraf tepi8. Sistem hormon : kelenjar-kelenjar hormon; untuk pertumbuhan, reproduksi, dsb9. Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organnya terutama ginjal10. Sistem reproduksi dan embriologi : organnya gonad jantan dan betinaAda hubungan yg sangat erat antara ke-10 sistem anatomi tersebut, misalnya :mempengaruhi
¢
menentukan cara bergeraknya - sistem urat daging dan sistem rangka
¢
bentuktubuh- O2 dari perairan sistem pernafasan dan peredaran darah dibawa ke seluruh tubuh
¢
ditangkapoleh darah, dipertukarkan dg CO2
¢
melalui darah

Sistem Ekskresi dan osmoregulasi pada Pisces
Sistem Ekskresi
Sistem Ekskresi ialah sistem pembuangan proses metabolisme tubuh (berupa gas, cairan, dan padatan melalui kulit, ginjal, dan saluran pencernaan).  Sistem eksresi ikan seperti juga pada vertebrata lain, yang mempunyai banyak fungsi antara lain untuk regulasi kadar air tubuh, menjaga keseimbangan garam dan mengeliminasi sisa nitrogen hasil dari metabolisme protein.
Alat pengeluaran ikan terdiri dari:
  • Insang yang mengeluarkan CO2 dan H2O
  • Kulit ; kelenjar kulitnya mengeluarkan lendir sehingga tubuhnya licin untuk memudahkan gerak di dalam air.
  • Sepasang ginjal (sebagian besar) yang mengeluarkan urine.
Berkembang dua tipe ginjal pada ikan, yaitu;
  • Pronefros,
Ginjal pronefros adalah yang paling primitif, meski terdapat pada perkembangan
embrional sebagian besar ikan, tetapi saat dewasa tidak fungsional, fungsinya akan
digantikan oleh mesonephros. Perkecualian pada ikan‘hagfish’(Myxine) dan lamprey.
  • Mesonefros
Ginjal ikan bertipe mesonefros, berfungsi seperti opistonefros pada embrio emniota.
Keduanya mirip, perbedaan prinsip adalah kaitannya dengan sistem peredaran darah, tingkat
kompleksitas, dan pada efisiensinya. Jumlah glomerulus ikan air tawar lebih banyak dan diameternya lebih besar dibandingkan dengan ikan laut.
Ikan beradaptasi terhadap lingkungannya dengan cara khusus. Terdapat perbedaan adaptasi antara ikan air laut dan ikan air tawar dalam proses eksresi. Keduanya memiliki cara yang berlawanan dalam mempertahankan keseimbangan kadar garam di dalam tubuhnya.
Air garam cenderung menyebabkan tubuh terdehidrasi, sedangkan pada kadar garam rendah dapat menyebabkan naiknya konsentrasi garam tubuh. Ginjal ikan harus berperan besar untuk menjaga keseimbangan garam tubuh. Beberapa ikan laut memiliki kelenjar eksresi garam pada insang, yang berperan dalam mengeliminasi kelebihan garam. Ginjal berfungsi untuk menyaring sesuatu yang terlarut dalam air darah dan hasilnya akan dikeluarkan lewat korpus renalis. Tubulus yang bergulung berperan penting dalam menjaga keseimbangan air. Hasil yang hilang pada bagian tubulus nefron, termasuk air dan yang lain, diabsorpsi lagi ke dalam aliran darah. Korpus renalis lebih besar pada ikan air tawar daripada ikan air laut, sehingga cairan tubuh tidak banyak keluar karena penting untuk menjaga over dilusi (agar cairan tubuh tidak terlalu encer). Elasmobranchii, tidak seperti kebanyakan ikan air laut, memiliki korpus renalis yang besar dan mengeluarkan air relatif banyak, seperti pada ikan air tawar. Bangunan seperti kantung kemih pada beberapa jenis ikan hanya untuk penampung urine sementara, dan umumnya hanya berupa perluasan dari bagian akhir duktus ekskretori.
OSMOREGULASI
Sistem Osmoregulasi ialah sistem pengaturan keseimbangan tekanan osmotik cairan tubuh (air dan darah) dengan tekanan osmotik habitat (perairan). Pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh yang layak bagi kehidupan ikan, sehingga proses- proses fisiologis tubuhnya berfungsi normal. Tekanan osmotik (Ï€) adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis).
Osmoregulasi dilakukan dengan berbagai cara melalui:
  • ginjal
  • kulit
  • membran mulut

Osmoregulasi pada ikan air tawar
Ikan air tawar cenderung untuk menyerap air dari lingkungannya dengan cara osmosis. Insang ikan air tawar secara aktif memasukkan garam dari lingkungan ke dalam tubuh.  Ginjal akan memompa keluar kelebihan air sebagai air seni. Ginjal mempunyai glomeruli dalam jumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat
menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni
sebanyak-banyaknya. Ketika cairan dari badan malpighi memasuki tubuli ginjal, glukosa
akan diserap kembali pada tubuli proximallis dan garam-garam diserap kembali pada
tubuli distal. Dinding tubuli ginjal bersifat impermiable (kedap air, tidak dapat ditembus)
terhadap air.
Osmoregulasi pada ikan air Laut
Urine yang dihasilkan mengandung konsentrasi air yang tinggi. Ikan air laut memiliki konsentrasi garam yang tinggi di dalam darahnya. Ikan air laut cenderung untuk kehilangan air di dalam sel-sel tubuhnya karena proses osmosis. Untuk itu, insang ikan air laut aktif mengeluarkan garam dari tubuhnya. Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ‘minum’air laut sebanyak-banyaknya. Dengan demikian berarti pula kandungan garam akan meningkat dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini dan kelebihan garam harus dihilangkan. Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk mempertahankan air, volume air seni lebih sedikit dibandingkan dengan ikan air tawar. Tubuli ginjal mampu berfungsi sebagai penahan air. Jumlah glomeruli ikan laut cenderung lebih sedikit dan bentuknya lebih kecil daripada ikan air tawar.
Ginjal
Karakteristik ginjal pada  ikan air tawar adalah ginjalnya yang berkembang dengan baik. Ginjal ikan air tawar berukuran besar karena banyak air yang melewatinya. Ginjal teletak di atas rongga perut, di luar peritonium, di bawah tulang punggung dan aorta dorsalis, sebanyak satu pasang, berwarna merah, memanjang.
Fungsi Ginjal :
1. menyaring sisa-sisa proses metabolisme untuk dibuang, zat-zat yang diperlukan tubuh diedarkan lagi melalui darah
2. mengatur kekentalan urin yang dibuang untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotik cairan tubuh
Gambar srtuktur organ dalam ikan :
  1. Hati
  2. Perut
  3. Usus
  4. Jantung
  5. Berenang kandung kemih
  6. Ginjal
  7. Buah pelir
  8. Saluran kencing
  9. Duktus eferen
  10. Kandung kemih
  11. Insang
Tekanan osmotik cairan tubuh berbeda antara ikan-ikan bertulang benar (Teleostei) yang hidup di laut dengan yang hidup di perairan tawar, demikian juga dengan ikan-ikan bertulang rawan (Elasmobranchii), sehingga struktur dan jumlah ginjalnya juga berbeda, demikian juga dengan sistem osmoregulasinya.
Osmoregulasi sangat penting pada hewan air karena tubuh ikan bersifat permeabel terhadap lingkungan maupun lautan garam. Sifat fisik lingkungan yang berbeda menyebabkan ada perbedaan proses osmoregulasi antara ikan air tawar dengan ikan air laut. Urea merupakan produk metabolisme nitrogen, yang dikeluarkan dari tubuh ikan berupa urin tetapi jumlahnya sedikit. Pada ikan air tawar penyerapan urea dan TMAO berfungsi untuk mempertahankan tekanan osmotik dalam tubuh.

Sistem Ekskresi Pada Hewan Vertebrata

Sistem ekskresi pada manusia dan vertebrata lainnya melibatkan organ paru-paru, kulit, ginjal, dan hati. Namun yang terpenting dari keempat organ tersebut adalah ginjal.
1. Sistem ekskresi pada mamalia
Sistem Ekskresi pada mamalia hampir sama dengan manusia tetapi sedikit berbeda karena mamalia dipengaruhi/disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya.
Paru-paru mamalia mempunyai permukaan ber spon (spongy texture) dan dipenuhi liang epitelium dengan itu mempunyai luas permukaan per isipadu yang lebih luas berbanding luas permukaan paru-paru. Paru-paru manusia adalah contoh biasa bagi paru-paru jenis ini.
Paru-paru terletak di dalam rongga dada (thoracic cavity), dilindungi oleh struktur bertulang tulang selangka dan diselaputi karung dwi dinding dikenali sebagai pleura. Lapisan karung dalam melekat pada permukaan luar paru-paru dan lapisan karung luar melekat pada dinding rongga dada. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang dikenali sebagai rongga pleural yang berisi cecair pleural ini membenarkan lapisan luar dan dalam berselisih sesama sendiri, dan menghalang ia daripada terpisah dengan mudah.
Bernafas kebanyakannya dilakukan oleh diafragma di bawah, otot yang mengucup menyebabkan rongga di mana paru-paru berada mengembang. Sangkar selangka juga boleh mengembang dan mengucup sedikit.
Ini menyebabkan udara tetarik ke dalam dan keluar dari paru-paru melalui trakea dan salur bronkus (bronkhial tubes) yang bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil dikelilingi oleh kapilari yang dipenuhi darah. Di sini oksigen meresap masuk ke dalam darah, di mana oksigen akan d angkut melalui hemoglobin.
Darah tanpa oksigen dari jantung memasuki paru-paru melalui pembuluh pulmonari dan lepas dioksigenkan, kembali ke jantung melalui salur pulmonari.
2.Sistem ekskresi pada ikan
Ikan mempunyai system ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut urogenital.Lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran kelamin yang berada tepat dibelakang anus.
Ginjal pada ikan yang hidup di air tawar dilengkapi sejumlah glomelurus yang jumlahnya lebih banyak. Sedangkan ikan yang hidup di air laut memiliki sedikit glomelurus sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan lambat.
3.Sistem ekskresi pada amfibi
Saluran ekskresi pada katak yaitu ginjal, paru-paru,dan kulit. Saluran ekskresi pada katak jantan & betina memiliki perbedaan, pada katak jantan saluran kelamin & saluran urin bersatu dengan ginjal, sedangkan pada katak betina kedua saluran itu terpisah. Walaupun begitu alat lainnya bermuara pada satu saluran dan lubang pengeluaran yang disebut kloaka.
4.Sistem ekskresi pada reptil
Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal, paru-paru,kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme.Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih.




SISTEM EKSKRESI
PADA HEWAN INVERTEBRATA
Sistem ekskresi invertebrata berbeda dengan sistem ekskresi pada vertebrata. Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur sempurna seperti pada vertebrata. Pada umumnya, invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini berbeda antara invertebrata satu dengan invertebrata lainnya.
Alat ekskresinya ada yang berupa saluran Malphigi, nefridium, dan sel api. Nefridium adalah tipe yang umum dari struktur ekskresi khusus pada invertebrata. Berikut ini akan dibahas sistem ekskresi pada cacing pipih (Planaria), cacing gilig (Annellida), dan belalang.
1. Sistem Ekskresi pada Cacing Pipih
Cacing pipih mempunyai organ nefridium yang disebut sebagai protonefridium. Protonefridium tersusun dari tabung dengan ujung membesar mengandung silia. Di dalam protonefridium terdapat sel api yang dilengkapi dengan silia.
Tiap sel api mempunyai beberapa flagela yang gerakannya seperti gerakan api lilin. Air dan beberapa zat sisa ditarik ke dalam sel api. Gerakan flagela juga berfungsi mengatur arus dan menggerakan air ke sel api pada sepanjang saluran ekskresi. Pada tempat tertentu, saluran bercabang menjadi pembuluh ekskresi yang terbuka sebagai lubang di permukaan tubuh (nefridiofora). Air dikeluarkan lewat lubang nefridiofora ini.
Sebagian besar sisa nitrogen tidak masuk dalam saluran ekskresi. Sisa nitrogen lewat dari sel ke sistem pencernaan dan diekskresikan lewat mulut. Beberapa zat sisa berdifusi secara langsung dari sel ke air.
2. Sistem Ekskresi pada Anelida dan Molluska
Anelida dan molluska mempunyai organ nefridium yang disebut metanefridium. Pada cacing tanah yang merupakan anggota anelida, setiap segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metanefridium, kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir.
Metanefridium memiliki dua lubang. Lubang yang pertama berupa corong, disebut nefrostom (di bagian anterior) dan terletak pada segmen yang lain. Nefrostom bersilia dan bermuara di rongga tubuh (pseudoselom). Rongga tubuh ini berfungsi sebagai sistem pencernaan. Corong (nefrostom) akan berlanjut pada saluran yang berliku-liku pada segmen berikutnya.
Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua, disebut nefridiofor. Cairan tubuh ditarik ke corong nefrostom masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah panjang nefridium, bahan-bahan yang berguna seperti air, molekul makanan, dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan lagi. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang diekskresikan keluar.
Metanefridium berlaku seperti penyaring yang menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem sirkulasi.
Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa. Zat sisa ada dua bentuk, yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik, yaitu ureum. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang lembab, anelida mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi.
3.Alat ekskresi pada Belalang (Insekta)
Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh Malpighi, yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata.
Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut.
Pembuluh Malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Darah mengalir lewat pembuluh Malpighi. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. Asam urat dan sisa air masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi. Kristal asam urat dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses.

2.      Vertebrata
1.      Ikan(ginjal = opistonefros)
Alat ekskresi pada ikan ialah sepasang ginjal yang memanjang dan berwarna kemerah-merahan. Beberapa jenis ikan memiliki saluran ginjal yang menyatu dengan saluran kelamin yang disebut dengan saluran urogenital, contohnya ikan mas. Pada ikan yang bernafas dengan insang, urin akan dikeluarkan melalui kloaka atau porus urogenitas, sedangkan pada ikan yang bernafas dengan paru-paru, urin akan dikeluarkan melalui kloaka. Ikan yang hidup di air tawar akan mengekskresikan amonia dan aktif menyerap oksigen melalui insang serta menghasilkan urin dalam jumlah yang banyak. Sedangkan ikan di air laut akan mengekskresikan amonia dalam urin yang jumlahnya sedikit.


2.      Katak(ginjal =opistonefros)
Alat ekskresi utama pada katak ialah sepasang ginjal yang terletak di sebelah kiri dan kanan tulang belakang. Ginjal yang berfungsi sebagai alat penyaring akan mengeluarkan zat sisa seperti garam-garam mineral dan cairan darah. Saluran ekskresinya merupakan sepasang salran yang akan bermuara di kloaka. Pada katak jantan, saluran ginjal dan saluran kelaminnya menyatu sedangkan pada katak betina tidak.


3.      Reptil(ginjal= metanefros)
Alat ekskresinya berupa ginjal yang sudah berkembang sejak embrio. Ginjal ini dihubungkan oleh saluran ke kantung kemih dan langsung bermuara di kloaka. Selain ginjal, reptil juga memiliki kelenjar kulit yang menghasilkan asam urat tertentu sebagai alat pengusir musuh.

4.      Burung(ginjal = metanefros)
Alat ekskresinya merupakan ginjal, paru-paru, dan kulit. Saluran ekskresi terdiri dari ginjal yang menyatu dengan saluran kelamin pada bagian kloaka. Burung mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam. Burung hampir tidak memiliki kelenjar kulit, namun memiliki kelenjar minyak yang berfungsi untuk meminyaki bulunya.

3.                          Invertebrata
1.      Cacing pipih
Proses pengeluaran zat sisa dilakukan melalui pembuluh bercabang-cabang yang memanjang di bagian kanan dan kirinya di sepanjang tubuhnya. Setiap cabang berakhir di sel-sel api. Saluran inni disebut dengan protonefridium. Cairan tubuh dan zat sisa akan dikeluarkan melalui nefridiofor.





2.      Cacing tanah
Termasuk dalam kelompok cacing bersegmen. Pada setiap segmen terdapat nefridium atau ginjal kecuali pada 3 segmen pertama dan segmen terakhir. Setiap nefridium akan berakhir di nefrostom. Sisa cairan tubuh yang sudah tidak dibutuhkan tubuh akan dikeluarkan melalui ujung nefrostom yang berupa lubang yang disebut nefridiofor.

3.      Serangga
Alat ekskresi pada serangga disebut dengan tubula atau pembuluh malphigi. Pembuluh malphigi bagian dalam tersusun oleh selapis epitel yang berperan dalam pemindahan urea, limbah nitrogen, garam-garam, dan air dari hemolimfa ke dalam rongga tubuh. Bahan-bahan yang masih diperlukan akan diserap kembali oleh pembuluh, lalu diserap kembali secara osmosis di rektum lalu diedarkan ke seluruh tubuh oleh hemolimfa. Sedangkan bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai kristal asam urat yang akan dikeluarkan bersama feses melalui anus.




Penyimpangan semu hukum mendel


Penyimpangan Semu dalam Hukum Mendel
Dalam beberapa kasus, persilangan dengan sifat beda lebih dari satu kadang menghasilkan keturunan dengan perbandingan yang berbeda dengan hukum Mendel. Semisal, dalam suatu persilangan monohibrida (dominan resesif), secara teori, akan didapatkan perbandingan 3:1, sedangakan pada dihibrida didapatkan perbandingan, 9:3:3:1. Namun pada kasus tertentu, hasilnya bisa lain, misal untuk monohibrida bukan 3:1 tapi 1:2:1. Dan pada dihibrida, mungkin kombinasi yang mucul adalah, 9:6:1 atau 15:1. Munculnya perbandingan yang tidak sesuai dengan hukum Mendel ini disebut "Penyimpangan Semu Hukum Mendel", kenapa "Semu", karena prinsip segregasi bebas tetap berlaku, hal ini disebabkan oleh gen-gen yang membawa sifat memiliki ciri tertentu.
Ciri-Ciri Penyimpangan Semu Hukum Mendel
-    Ratio fenotip yang dihasilkan berbeda dengan hukum Mendel
-    Adanya sifat-sifat tertentu pada gen yang menyebabkan perbedaan hasil pada fillial 2
-    Adanya interaksi antar gen
Macam – macam penyimpangan semu hukum Mendel
1.    Epistasis – Hipostasis
Epistasis dan Hipostasis adalah salah satu bentuk interaksi antar gen dominan mengalahkan gen dominan yang lainnya yang bukan alelnya. Gen dominan yang menutupi gen dominan lainnya disebut epistasis, sedangkan gen dominan yang ditutupi disebut hipostasis.
Contoh: kulit biji gandum
Notasi : Gen H = hitam
    Gen h = putih
    Gen K = kuning
    Gen k = putih
•    H-kk    = hitam
•    hhK-    = kuning
•    hhkk    = putih
•    H-K-    = hitam

Selain diatas, ada beberapa penjabaran dari penyimpangan epistasis dan hipotasis. Yakni:
a.    Epistasis Dominan
Gen A epistasis terhadap gen B/b
Contoh : anjing
Notasi : Gen A = hitam
Gen b = coklat
Gen a = ada figmen
Gen A = tak ada figmen
•    A-B-    = putih
•    A-bb    = putih
•    aaB-    = hitam
•    aabb    = coklat
Maka pada F2 jika dikawinkan heterozigot akan didapatkan ratio fenotip putih : hitam : coklat = 12 : 3 : 1

b.    Epistasis Resesif
Gen a epistatis terhadap gen B/b
Contoh: tikus
Notasi : Gen B = hitam
Gen b = krem
Gen A = ada figmen
Gen a = tak ada figmen


•    A-B-    = hitam
•    A-bb    = krem
•    aaB-    = putih
•    aabb    = putih
Maka pada F2 jika dikawinkan heterozigot akan didapatkan ratio fenotip hitam : krem : putih = 9 : 3 : 4

c.    Epistasis Resesif Rangkap
Gen dd epistasis terhadap gen E/e
Gen ee epistasis terhadap gen D/d
Contoh : Bisu Tuli
    Gen D = Bisu        Gen E = Tuli
•    D-E-    = normal
•    ddE-    = bisu tuli
•    D-ee    = bisu tuli
•    ddee    = bisu tuli
Maka pada F2 jika dikawinkan heterozigot akan didapatkan ratio fenotip normal : bitul = 1 : 3

d.    Epistasis Dominan Rangkap
Gen A epistasis terhadap gen B/b
Gen B epistasis terhadap gen B/b
Contoh : kaki ayam
•    aabb    = normal tidak berbulu
•    aaB-    = berbulu
•    A-bb    = berbulu
•    A-B-    = berbulu
Maka pada F2 jika dikawinkan heterozigot akan didapatkan ratio fenotip berbulu : normal  = 15 : 1




2.    Kriptomeri
Kriptomeri adalah sifat gen dominan yang tersembunyi, jika gen dominan tersebut berdiri sendiri, tetapi bila bersama-sama dangan gen dominan lainnya, maka sifatnya akan tampak.
Contoh: Linaria maroccana
Notasi : Gen A = mengandung antosianin
Gen a = tidak mengandung antosianin
Gen B = plasma sel bersifat basa
Gen b = plasma sel bersifat asam
•    A-bb    = bunga merah
•    aaB-    = bunga putih
•    aabb    = bunga putih
•    A-B-    = bunga ungu
Maka pada F2 akan dihasilkan ratio fenotip ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4
3.    Polimeri
Polimeri adalah pembastaran heterozigot dengan banyak sifat beda yang masing-masing berdiri sendiri, tetapi mempengaruhi bagian yang sama pada suatu organisme.
Contoh : warna biji gandum
Notasi : Gen M = merah
    Gen m = putih
    Maka pada F2 akan didapatkan ratio fenotip merah : putih = 15 : 1

4.    Komplementer
Komplementer adalah gen-gen yang berinteraksi dan saling melengkapi. Jika salah satu gen dominan tidak ada, maka ekspresi suatu karakter tidak sempurna atau terhalang.
Contoh : bunga kacang (Lathirus odoratus)
Notasi :
Gen C = menumbuhkan zat bahan mentah pigmen
Gen c = tidak menumbuhkan pigmen
Gen P = menumbuhkan enzim pengaktif pigmen
Gen p = tidak menumbuhkan enzim
•    C-P-    = ungu
•    C-pp    = putih
•    ccPP    = putih
•    ccpp    = putih
Maka pada F2 akan didapatkan ratio fenotip ungu : putih = 9 : 7

5.    Atavisme
Atavisme adalah munculnya suatu sifat sebagai akibat interaksi dari beberapa gen.
Contoh : pial ayam
Ada  4 macam bentuk pial pada ayam :
•    Ros (gerigi), terdapat pada ayam Wyaandotte.
Gen : R-pp
•    Pea (biji), terdapat pada ayam Brahma
Gen : rrP-
•    Walnut (sumpel), teradapat pada ayam Malaya.
Gen : R-P-
•    Tunggal (bilah), terdapat pada ayam Leghorn.
Gen : rrpp

sistem gerak hewan

1.Sistem Gerak pada Invertebrata

A.Gerak ameboid adalah suatu bentuk gerak yang merupakan ciri khas amoeba dan protozoa lain. Sel-sel ameboid mengubah bentuknya dengan menonjolkan dan menarik pseudopodia (kaki semu) dari titik mana saja pada permukaan sel. Sel-sel seperti itu diselubungi oleh suatu membrane lembut dan sangat fleksibel, disebut plasmalema. Dibawah plasmalema terbentuk lapisan tak-berbutir (non granular), suatu ektoplasma yang seperti gel, yang menyelubungi endoplasma yang lebih encer. Selama gerak ameboid, beberapa pseudopodia dapat mulai terbentuk di beberapa bagian sel tetapi biasanya hanyansatu yang dominan dan sel begerak ke arah itu. Perlu ditegaskan bahwa sebenarnya tidak ada bagian depan (anterior) yang permanen, karena kaki semu yang dominan dapat terbentuk dipermukaan sel mana saja. Seperti yang sudah disebut diatas, sitoplasma amoeba dapat dibagi menjadi ektoplasma yang setengah keras/ kaku di bawah membrane sel dan endoplasma yang lebih encer yang terletak lebih dalam.

B.Gerak Flagel
1. Flagel yang merupakan organel relatife panjang, biasanya terdapat tunggal atau beberapa saja pada sel.
2.  Flagel adalah khas pada kelas Mastigophora (Flagellata). Yang juga mempunyai flagel misalnya koanosit Porifera, Gastroderm banyak Colentrata, solenosit Annelida dan sel sperma banyak hewan. Kelijak pada klas pada Ciliata dan biasa terdapat pada tubuh permukaan Coelenterata, Turbellaria dan Nemertia. Pada semua fylum hewan kecuali Nematoda dan Arthopoda.
2.Sistem Gerak Vertebrata
Hewan vertebrata membutuhkan sistem rangka untuk menyokong berat tubuh. Hal tersebut diatasi dengan adanya endoskeleton (rangka dalam). Endoskeleton dapat tumbuh seiring dengan pertumbuhan tubuhnya. Endoskeleton tersusun dari tulang dan tulang dan otot bekerja sama dengan membentuk sistem gerak. Endoskeleton hewan memiliki bentuk khas, bentuk khas inilah yang memberi bentuk tubuh pada masing-masing jenis hewan.

A. Sistem Gerak Hewan yang hidup di Udara
Burung juga memiliki rangka dalam. Burung terbang dengan cara mengepakkan sayap. Gerakan sayap dapat dikendalikan oleh otot-otot terbang yang sangat kuat. Otot-otot tersebut melekat pada tulang dada. Burung memiliki dua otot terbang, ketika salah satu otot menarik ke bawah otot yang lain menarik sayap ke atas. Bulu burung (selain berfungsi untuk terbang, bulu-bulu pada burung juga berfungsi untuk menahan panas sehingga tubuh burung dapat menjaga panas tubuhnya. Otot bekerja lebih efisien dalam keadaan hangat. Teknik terbang (Burung terbang dengan mengepakkan sayap, yaitu mengepakkan saya dari atas ke bawah untuk menimbulkan gerakan yang mengangkat dan mendorong tubuhnya di udara. Gerakan mendorong dan mengangkatkan sayap, memerlukan kekuatan yang paling besar. Sementara pada saat mengangkat sayap, memerlukan kekuatan yang lebih kecil. Pada saat mengangkat sayap, burung menempatkan posisi sayapnya ke semula, untuk memulai gerakan gerakan mendorong dan mengangkat tubuh kembali


B. Sistem Gerak Hewan yang hidup di Air
Air memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan udara sehingga hewan lebih sulit bergerak di air. Namun sebaliknya, air memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan dengan udara. Beberapa hewan yang hidup di air memiliki struktur tubuh dan sistem gerak yang khas.
Untuk bergerak didalam air, ikan memiliki:
1)Bentuk tubuh yang aerodinamis (streamline) untuk mengurangi hambatan ketika bergerak didalam air;
2)Ekor dan sirip ekor yang lebar untuk mendorong gerakan ikan dalam air;
3)Sirip tambahan untuk mencegah gerakan yang tidak di inginkan;
4)Gelembung renang untuk mengatur gerakan vertical; Susunan otot dan tulang belakang yang flexsibel untuk mendorong ekor ikan didalam air.

C.  Sistem Gerak Amphibia
Contoh amphibia adalah katak. Katak memiliki rangka dalam (endoskeleton). Rangka katak tersusun dari tiga kelompok tulang yaitu tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak. Katak adalah pelompat yang baik karena tungkai belakangnya panjang dan memiliki otot yang sangat kuat. Katak ini juga memiliki selaput renang di tungkainya sehingga bisa berenang. Selaput ini memberikan tekanan yang kuat melawan air sehingga terjadilah gerakan di air.

D. Sistem Gerak Reptilia
Ular dan buaya adalah contoh dari reptilia. Reptil memiliki rangkadalam, contoh pada gambar di bawah, gambar rangka ular). Rangka ular tesusun dari tualang tengkorak, tulang badan dan tulang ekor. Tulang badan ular terdiri dari ruas-ruas tulang belakang yang jumlahnya paling sedikit seratus ruas. Hal ini, akan memudahkan ular bergerak. Tulang rusuk ular tidak melekat pada tulang dada dan tulang belakang seperti manusia. Akan tetapi, akan dihubungkan dengan tulang belakang dengan tulang otot yang elastis. Hal ini memungkin ular untuk mengembangkan rongga dadanya misalnya pada saat menelan mangsa yang besar.
Bagaimana ular bergerak??? Ular bergerak dengan merayap, caranya ular membentuk tubuhnya berkelok-kelok mengelilingi batu atau dengan benda-benda ditanah kemudian ular menekan batu-batuan atau tanahdan menyebabkan ular dapat bergerak maju atau ke samping.

E. Gerak pada Mamalia
Hewan bergerak dari suatu tempat ke tempat lainnya. Untuk berenang, ikan menekan melawan air. Untuk terbang, burung menekan untuk melawan udara. Bagaimana dengan hewan-hewan darat?? Contoh salah satu dari mamalia yaitu kuda. Kuda memiliki rangka dalam menyokong tubuhnya. Seperti pada halnya manusia, alat gerak kuda adalah tulang-tulang yang dibantu otot-otot. Pada saat berjalan dan berlari, kaki belakang kuda menekan melawan tanah dan tubuh bergerak ke depan. Dalam mengamati gerakan kuda, paling tepat di mulai dari kaki belakang karena dari kaki belakang inilah kekuatan terbentuk.