Kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh, luasnya sekitar 2 m2. Ketebalan pada setiap bagian tubuh berbeda-beda (0,5-5 mm) dan rata-rata ketebalanNYA 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan Epidermis di bagian luar yang merupakan lapisan jaringan epitel dan lapisan dermis di bagian bawahnya yang merupakan lapisan jaringan ikat. Di bawah jaringan dermis terdapat jaringan hipodermis atau subkutis.
1 Struktur Kulit
A. Epidermis
Lapisan epidermis terdiri dari epitel squamosa, dan tidak mengandung pembuluh darah. Lapisan ini terdiri atas lima lapisan yaitu:
1) Stratum Korneum
2) Stratum Lusidum
3) Stratum Granulosum
4) Stratum Spinosum
5) Stratum Basale
Stratum spinosum dan basale keduanya disebut dengan stratum germinatifum karena menghasilkan sel-sel baru. Selain di telapak tangan dan kaki, lapisan epidermis biasanya hanya terdapat stratum korneum dan germinatifum.
1) Stratum Korneum
Lapisan ini merupakan lapisan tipis dari sel-sel mati, mengandung soft keratin untuk mempertahankan elastisitas kulit dan melindungi lapisan dibawahnya dari udara dan kekeringan. Normalnya lapisan ini mengalami abrasi setiap harinya.
2) Stratum Lusidum
Lapisan ini tembus cahaya, terdiri dari sel-sel mati, mengandung eleidin (protein peralihan antara soft keratin dengan keratohyaline), hanya tampak di telapak tangan dan kaki. Lapisan ini berperan dalam melindungi kulit dari sinar Ultra Violet.
3) Stratum granulosum
Stratum granulosum m engandung granula keratohyalin yang merupakan awal awal proses keratinisasi dan berkaitan dengan proses kematian sel.
4) Startum Spinosum
Stratum spinosum terdiri dari sel polihedral (banyak sisi) , sel-sel saling berikatan dan mengunci. Pada lapisan ini terjadi proses sintesis protein secara aktif dan pembentukan sel-sel baru dan didorong ke permukaan untuk mengganti sel-sel mati pada stratum korneum
5) Stratum Basale
Lapisan ini berbatasan dengan lapisan dermis, biasanya terdapat sel kolumnar/sel kuboid dan pada lapisan ini terjadi produksi sel-sel baru.
B. Dermis
Lapisan dermis merupakan bagian tersbesar dari komposisi kulit, merupakan lapisan yang kuat dan memiliki jaringan ikat yang fleksibel yang mengandung serabut kolagen. Retikular dan serabut-serabut elastis. Serabut kolagen dibentuk dari protein kolagen yang sangat tipis. Serabut retukular, merupakan serabut paling tipis sebagai jaringan penyokong. Serabut elastis menjadikan kulit lebih fleksibel. Kebanyakan sel pada dermis adalah fibroblast, sel lemak dan makrofag Pada lapisan ini terdapat pembuluh darah, pembuluh limfe, ujung syaraf, folikel rambut dan kelenjar-kelenjar. Lapisan dermis terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan papila dan lapisan retikular.
1) Lapisan Papila
Lapisan papila hampir tidak mengandung jaringan ikat, memiliki serabut kolagen yang tipis. Lapisan ini dikenal dengan lapisan subepitel karena dibawah lapisan epitel epidermis. Lapisan ini disebut juga lapisan papila karena terdapat papila (kecil, seperti jari-jari) yang berikatan dengan epidermis. Kebanyakan papila mengandung kapiler untuk memberi nutrisi pada epidermis. Pada lapisan ini pula terdapat ujung-ujung syaraf husus (meissner untuk sentuhan). Papila dengan serabut dobel ditelapak tangan dan kaki membentuk sidik jari.
2) Lapisan retikular
Lapisan retikuler terdiri dari jaringan ikat, memiliki serabut kolagen yang kasar dan berkas serabut yang saling bersilangan membentuk seperti jaring. Garis-garis serabut tersebut membentuk Cleavage yang penting dalam proses pembedahan. Sayatan bedah yang memotong garis cleavage lebih sulit sembuh daripada yang paralel dengan garis ini.
Lapisan reticular sangat banyak mengandung pembuluh darah, syaraf, ujung-ujung syaraf bebas, sel-sel adiposa(lemak), kelenjar minyak dan akar rambut, reseptor untuk tekanan dalam. Bagian terbawah lapisan ini mengandung serabut otot polos (hususnya di genital dan putting susu) dan folikel rambut.
c. Hipodermis/Subkutan
Lapisan hypodermis atau lapisan subkutan terdiri dari jaringan adipose, banyak mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe dan syaraf juga terdapat gulungan kelenjar keringat dan dasar dari folikel rambut. Tidak seperti epidermis dan dermis, batas dermis dengan lapisan ini tidak jelas.
Pada bagian yang banyak bergerak jaringan hipodermis kurang, pada bagian yan melapisi otot atau tulang mengandung anyaman serabut yang kuat. Pada area tertentu yng berfungsi sebagai bantalan (payudara dan tumit) terdapat lapisan sel-sel lemak yang tipis. Distribusi lemak pada lapisan ini banyak berperan dalam pembentukan bentuk tubuh terutama pada wanita.
2. Fungsi kulit
Kulit memiliki banyak fungsi diantaranya adalah:
a. Menutupi dan melindungi organ-organ dibawahnya
b. Melindungi tubuh dari masuknya mikroorganisme dan benda asing yang dapat membahayakan tubuh. Fungsi ini merupakan fungsi perlindungan pasif. Selain fungsi perlindungan pasif, lapisan dermis berperan dalam proses menyiapkan limfosit yang di produksi oleh sumsum tulang sebelum benar-benar dipakai untuk menyerang berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Peran kulit dalam hal ini merupakan peran aktif dalam perlindungan tubuh.
c. Pengaturan suhu. Kulit, jaringan sub kutan dan lemak merupakan penyekat panas dari tubuh. Lemak menyalurkan panas sepertiga kecepatan jaringan lain atau dalam kata lain lemak menghambat pengeluaran panas dari tubuh. . Kecepatan aliran darah ke kulit menyebabkan konduksi panas sangat efisien. Konduksi panas ke kulit diatur oleh sistem syaraf simpatis. Syaraf simpatis mengatur kecepatan lairan darah dengan menstimulasi vaso konstriksi dan vaso dilatasi.
d. Ekskresi: Melalui perspirasi/berkeringat, membuang sejumah kecil urea.
e. Sintesis: Konversi 7-dehydrocholesterol menjadi Vit D3(cholecalciferol) dengan bantuan sinar U.V. Kekurangan UV dan Vit D mengakibatkan absorpsi Ca dari intestinal ke darah menurun.
f. Sensori persepsi: mengandung reseptor terhadap panas, dingin, nyeri, sentuhan /raba, tekanan. Juga mengandung ujung-ujung syaraf bebas yang berfungsi sebagai homeostatis.
Kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh, luasnya sekitar 2 m2. Ketebalan pada setiap bagian tubuh berbeda-beda (0,5-5 mm) dan rata-rata ketebalanNYA 1-2 mm. Kulit terdiri dari lapisan Epidermis di bagian luar yang merupakan lapisan jaringan epitel dan lapisan dermis di bagian bawahnya yang merupakan lapisan jaringan ikat. Di bawah jaringan dermis terdapat jaringan hipodermis atau subkutis.
Translate
Senin, 17 Desember 2012
makalah organ manusia
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Organ terbentuk dari beberapa jaringan yang saling bekerjasama melaksanakan fungsi tertentu. Berdasarkan letaknya, organ dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Organ dalam : jantung, paru-paru, ginjal, hati, lambung, otak, limfa, pankreas, usus halus, usus besar, organ reproduksi jantan , dan organ reproduksi betina.
2. Organ luar : mata, telinga hidung
Adanya berbagai jaringan yang berkumpul membentuk suatu organ tertentu, memungkinkan suatu organ mempunyai kemampuan melaksanakan fungsi hidup yang beranekaragam. Makin tinggi derajat suatu hewan, makin banyak organ tubuh yang dimilikinya. Hal ini bertujuan untuk efisiensi kerja, karena dengan banyaknya organ tubuh maka pembagian kerja akan semakin efektif.
B. Tujuan
1. Mengetahui macam – macam organ tubuh hewan
2. Mengetahui struktur dan fungsi dari macam-macam organ hewan
C. Rumusan Masalah
1. Apa sajakah macam-macam organ tubuh pada hewan?
2. Apa fungsi dari setiap macam-macam organ tersebut?
BAB II
PEMBAHASAN
Berdasarkan letaknya, organ dibedakan menjadi dua, yaitu :
A. Organ Dalam
1. JANTUNG
Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas dan memerlukan gaya yang lebih besar untuk mensuplai peredaran darah besar, khususnya pembuluh aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Tiap serambi dan bilik pada masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup bikuspidalis (katup berdaun dua).
Pada pisces, jantungnya terdiri dari dua ruangan yaitu satu serambi dan satu bilik. Pada amphibi, jantungnya terdiri dari tiga ruangan yaitu serambi kiri, serambi kanan dan satu bilik. Sedangkan pada reptil, jantungnya terdiri dari empat ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri dan bilik kanan, namum sekat antar bilik belum sempurna. Pada jantungnya memiliki foramen panizza.
2. PARU-PARU
Paru-paru mamalia mempunyai permukaan berspan (spongy texture) dan dipenuhi liang epitelium dengan itu mempunyai luas permukaan per isipadu yang lebih luas berbanding luas permukaan paru-paru. Paru-paru terletak di dalam rongga dada (thoracic cavity), dilindungi oleh struktur bertulang tulang selangka dan diselaputi karung yang disebut pleura. Lapisan karung dalam melekat pada permukaan luar paru-paru dan lapisan karung luar melekat pada dinding rongga dada. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang dikenali sebagai rongga pleural yang berisi cairan pleural. Bernafas kebanyakannya dilakukan oleh diafragma di bawah, otot yang mengucup menyebabkan rongga di mana paru-paru berada mengembang. Sangkar selangka juga boleh mengembang dan mengucup sedikit. Ini menyebabkan udara tetarik ke dalam dan keluar dari paru-paru melalui trakea dan salur bronkus (bronkhial tubes); yang bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil dikelilingi oleh kapilari yang dipenuhi darah. Di sini oksigen meresap masuk ke dalam darah, di mana oksigen akan d angkut melalui hemoglobin.
Fungsi Paru-Paru
Paru-paru merupak an organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung.
3. GINJAL
Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.
Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urine. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:
1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus
2. lapisan kaya protein sebagai membran dasar
3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)
Dengan bantuan tekanan, cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus, melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman. Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi proksimal. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus konvulasi distal. Lengkung Henle diberi nama berdasar penemunya yaitu Friedrich Gustav Jakob Henle di awal tahun 1860-an. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa, asam amino, dan berbagai ion mineral. Sebagian besar air (97.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis. Cairan mengalir dari tubulus konvulasi distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari:
• tubulus penghubung
• tubulus kolektivus kortikal
• tubulus kloektivus medularis
Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan arteri aferen disebut aparatus juxtaglomerular, mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin Cairan menjadi makin kental di sepanjang tubulus dan saluran untuk membentuk urin, yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter.
4. HATI
Hati (bahasa Yunani : hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan sel non-parenkimal.Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati. 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal. Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi oleh jaringan mesenkimal secara terus-menerus pada saat embrio hingga berkembang menjadi sel parenkimal. Selama masa tersebut, terjadi peningkatan transkripsi mRNA albumin sebagai stimulan proliferasi dan diferensiasi sel endodermal menjadi hepatosit.
Fungsi hati
Berbagai jenis tugas yang dijalankan oleh hati, dilakukan oleh hepatosit. Hingga saat ini belum ditemukan organ lain atau organ buatan atau peralatan yang mampu menggantikan semua fungsi hati. Sebagai kelenjar, hati menghasilkan:
• empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit, berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua, yang kemudian disimpan di dalam kantong empedu atau diekskresi ke duodenum. Empedu mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin, dan biliverdin. Sekresi empedu berguna untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning.
• sebagian besar asam amino
• anti-trombin
• kalsidiol
• kolesterol
• insulin-like growth factor 1 (IGF-1), sebuah protein polipeptida yang berperan penting dalam pertumbuhan tubuh dalam masa kanak-kanak dan tetap memiliki efek anabolik pada orang dewasa.
• enzim arginase yang mengubah arginina menjadi ornitina dan urea. Ornitina yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun.
• trombopoietin, sebuah hormon glikoprotein yang mengendalikan produksi keping darah oleh sumsum tulang belakang.
• angiotensinogen, sebuah hormon yang berperan untuk meningkatkan tekanan darah ketika diaktivasi oleh renin, sebuah enzim yang disekresi oleh ginjal saat ditengarai kurangnya tekanan darah oleh juxtaglomerular apparatus.
5. LAMBUNG
Lambung (bahasa Inggris: stomach; bahasa Belanda: maag) atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah kardia, fundus dan pilorus. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan itu sendiri . Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari atau sering disebut duodenum.
Dinding lambung tersusun menjadi empat lapisan, yakni mucosa, submucosa, muscularis, dan serosa. Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan. Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi 3 lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-aduk. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.
6. OTAK
Otak (bahasa Inggris: encephalon) adalah pusat sistem saraf (bahasa Inggris: central nervous system, CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensi aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter ini dikirimkan pada celah yang dikenal sebagai sinapsis. Avertebrata seperti serangga mungkin mempunyai jutaan neuron pada otaknya, vertebrata besar bisa mempunyai hingga seratus miliar neuron.
7. LIMFA
Limpa adalah kelenjar tanpa saluran (ductless) yang berhubungan erat dengan sistem sirkulasi dan berfungsi menghancurkan sel darah merah tua. Limpa termasuk salah satu organ sistem limfoid, selain timus, tonsil, dan kelenjar limfe. Sistem limfoid berfungsi untuk melindungi tubuh dari kerusakan akibat zat asing. Sel-sel pada sistem ini dikenal dengan sel imunokompeten yaitu sel yang mampu membedakan sel tubuh dengan zat asing dan menyelenggarakan inaktivasi atau perusakan benda-benda asing. Sel imunokompeten terdiri atas :
• sel utama bergerak, yakni sel limfosit dan makrofaga, dan
• sel utama menetap, yakni retikuloendotel dan sel plasma.
Limpa merupakan organ limfoid terbesar dan terletak di bagian depan dan dekat punggung rongga perut di antara diafragma dan lambung [3]. Secara anatomis, tepi limpa yang normal berbentuk pipih. Fungsi limpa yaitu mengakumulasi limfosit dan makrofaga, degradasi eritrosit, tempat cadangan darah, dan sebagai organ pertahanan terhadap infeksi partikel asing yang masuk ke dalam darah . Limpa dibungkus oleh kapsula, yang terdiri atas dua lapisan, yaitu satu lapisan jaringan penyokong yang tebal dan satu lapisan otot halus. Perpanjangan kapsula ke dalam parenkim limpa disebut trabekula. Trabekula mengandung arteri, vena, saraf, dan pembuluh limfe [1]. Parenkim limpa disebut pulpa yang terdiri atas pulpa merah dan pulpa putih [3]. Pulpa merah berwarna merah gelap pada potongan limpa segar. Pulpa merah terdiri atas sinusoid limpa [3]. Pulpa putih tersebar dalam pulpa merah, berbentuk oval dan berwarna putih kelabu. Pulpa putih terdiri atas pariarteriolar limphoid sheats (PALS), folikel limfoid, dan zona marginal. Folikel limfoid umumnya tersusun atas sel limfosit B, makrofaga, dan sel debri
8. PANKREAS
Pankreas adalah kelenjar panjang yang agak menyempit. Letaknya di belakang usus duabelas jari dan mengandung sekumpulan sel yang disebut kepulauan Langerhans. Kepulauan Langerhans ini menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang digunakan untuk mengatur jumlah gula dalam darah. Insulin akan mengubah kelebihan glukosa darah menjadi glikogen untuk kemudian menyimpannya di dalam hati dan otot. Suatu saat ketika tubuh membutuhkan tambahan energi, glikogen yang tersimpan di dalam hati akan diubah oleh glukagon menjadi glukosa yang dapat digunakan sebagai energi tambahan.
Pankreas juga mengandung sel yang menghasilkan getah pankreas. Getah pankreas adalah getah pencernaan yang mempunyai peran penting dalam mengolah tiga kelompok bahan makanan organik utama, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Getah pankreas ini terutama terdiri dari air, bikarbonat, dan enzim yang dapat dibedakan atas enzim tripsin, enzim amilase, serta enzim lipase.
Getah pankreas dialirkan ke usus duabelas jari melalui dua saluran di sepanjang pankreas. Pada usus duabelas jari, bikarbonat menetralisir chymus asam. Tripsin bekerja atas protein dalam makanan dan membantu menyempurnakan proses pencernaan makanan di dalam lambung bersama-sama dengan enzim pepsin yang dihasilkan oleh lambung. Amilase berperan dalam melanjutkan proses pemecahan karbohidrat yang telah dimulai oleh enzim ptyalin dalam air ludah. Sementara itu, lipase mempunyai peran yang tak kalah penting dalam proses pemecahan lemak.
9. USUS HALUS
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.
Di dalam usus dua belas jari, dihasilkan enzim dari dinding usus. Enzim tersebut diperlukan untuk mencerna makanan secara kimiawi:
• Enterokinase, untuk mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas menjadi tripsin;
• Erepsin atau dipeptidase, untuk mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino;
• Laktase, mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa;
• Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa;
• Disakarase, mengubah disakarida menjadi monosakarida;
• Peptidase, mengubah polipeptida menjadi asam amino;
• Lipase, mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak;
• Sukrase, mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa.
Di dalam usus penyerapan (iluem) terdapat banyak lipatan atau lekukan yang disebut jonjot-jonjot usus (vili). Vili berfungsi memperluas permukaan penerapan, sehingga makanan dapat terserap sempurna.
10. USUS BESAR
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan "kolon kanan", sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan "kolon kiri".
Fungsi usus besar yaitu
1. menyimpan dan eliminasi sisa makanan,
2. menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, dengan cara menyerap air
3. mendegradasi bakteri.
Secara makroskopis usus besar dapat dibagi menjadi enam bagian, yaitu sekum, kolon asenden, kolon transversus, kolon desenden, sigmoid, dan rektum. Keenam bagian ini sulit dibedakan secara histologis. Karakteristik utama pada sekum, kolon, dan rektum yaitu tidak membentuk vili seperti usus halus, memiliki kelenjar yang panjang dan berbentuk tubuli sederhana, tidak memiliki sel granuler asidofilik (sel Panneth), dan memiliki jumlah nodul limfatik yang banyak.
Gambaran histologis usus besar secara umum yaitu mengandung kripta Lieberkuhn yang lebih panjang dan lebih lurus pada tunika mukosa dibandingkan dengan usus halus. Epitel usus besar berbentuk silinder dan mengandung jauh lebih banyak sel Goblet dibandingkan usus halus Lamina propria usus besar terdiri atas jaringan ikat retikuler dan nodulus limfatikus. Seperti pada usus halus, tunika muskularis mukosa pada usus besar terdiri atas lapisan sirkular sebelah dalam dan lapisan longitudinal sebelah luar. Tunika mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar, lemak, dan pleksus Meissner. Di sebelah luar tunika mukosa terdapat tunika muskularis eksterna dan tunika serosa. Tunika serosa ini terdiri atas mesotelium dan jaringan ikat subserosa.
11. ORGAN REPRODUKSI HEWAN JANTAN
Susunan alat kelamin jantan pada umumnya terdiri dari:
1. Alat kelamin utama yaitu gonad atau testis
2. Saluran alat kelamin yang terdiri dari epididymis, vas deferens, ampula dan urethra. Kelenjar-kelenjar asesoris yaitu vesikularis, prostata dan bulbourethralis (Cowper)
3. Alat kelamin luar yaitu penis, preputium dan skrotum.
Testis dari beberapa spesies hewan agak berbeda dalam hal: Ukuran, bentuk dan lokasinya, walaupun struktur penyusun utamanya sama. Pada kebanyakan mamalia, testis terletak pada daerah pre pubis, merupakan kelenjar tubuler berbentuk bulat lonjong terdapat sepasang.
Testis terbungkus dalam kantong skrotum, dimana dalam skrotum berisi dua lobi testis yang masing-masing lobi mengandung satu testis. Testis dapat menggantung di dalam skrotum secara bebas dengan bantuan korda spermatika yang didalamnya mengandung duktus deferens, pembuluh darah, syaraf serta pembuluh limfe.
Pada keadaan normal, testis berbentuk bulat panjang dengan sumbu memanjang ke arah vertikal. Setelah kulit dibuka (ikut tersayat korium, tunika dartos, tunika vaginalis komunis) testis terbungkus kapsul warna putihmengkilat yang disebut tunika albuginea. Tunika ini mengandung syaraf dan pembuluh darah (pembuluh darah ini terlihat berkelok-kelok.
12. ORGAN REPRODUKSI HEWAN BETINA
Ovarium
Merupakan alat kelamin betina yang bertanggung jawab atas diferensiasi dan pelepasan oosit matang untuk fertilisasi dan perkembangbiakan dari spesies. Ovarium juga sebagai organ endokrin yang memproduksi hormon steroid yang memungkinkan berkembangnya ciri-ciri seksual betina sekunder dan mendukung kebuntingan Pada umumnya, ovarium terdapat dua buah, yaitu kanan dan kiri yang terletak di dalam rongga pelvis.Strukturnya oval, Ovarium tidak terikat dengan tuba falopii dengan saluran telur yang terbuka ke arah fimbriae,
Tuba Falopii
Pangkal dari tuba falopii terdapat fimbrae, fimbrae adalah struktur berbentuk corong yang berfungsi menangkap ovum yang telah di ovulasi oleh ovarium dan akan di teruskan ke arah tuba falopii. Tuba falopii merupakan saluran reproduksi betina yang kecil, berliku-liku dan kenyal serta terdapat sepasang dan merupakan saluran penghubung antara ovarium dan uterus.
Uterus
biasanya memiliki dua buah tanduk (kornua uteri), satu buah tubuh (korpus uteri), dan satu buah leher rahim (servik uteri). Tipe bentuk uterus hewan ada bermacam-macam, antara lain:
1. Uterus Simpleks
Uterus tipe ini dimiliki oleh primata dan mamalia sejenis.Uterus tipe ini mempunyai servik uteri, korpus uteri nya jelas dan tidak memiliki kornua uteri.
2. Uterus Bipartitus
Uterus tipe ini dimiliki oleh sapi, domba, anjing, kucing, dan kuda. Uterus tipe ini mempunyai satu servik, korpus uteri jelas terutama pada kuda, mempunyai kornua uteri, dan terdapat sebuah septum pemisah kedua kornua uteri.
3. Uterus Bikornis
Uterus tipe ini dimiliki oleh babi. Korpus uterus sangat pendek, sebuah servik dan kornua uteri panjang serta berkelok-kelok.
4. Uterus Duplek
Uterus tipe ini dimiliki oleh tikus, mencit, kelinci, dan marmot. Uterus tipe ini memiliki dua korpus uteri, dan dua servik.
5. Uterus Delphia
Uterus tipe ini dimiliki oleh hewan berkantung, seperti opossum, kanguru, dan platypus. Semua saluran kelaminnya terbagi dua yaitu dua kornua uteri, dua korpus uteri, dua servik, dan dua vagina.
Vagina
Merupakan saluran kelamin betina yang berfungsi sebagai tempat penumpahan semen. Vagina juga merupakan jalur pengeluaran fetus dan plasenta pada saat partus.
B. Organ Luar
1. MATA
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.
Bagian-bagian pada organ mata bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia. Bagian-bagian tersebut adalah:
• Kornea
Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.
• Sklera
Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya rata- rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter.
• Pupil dan iris
Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya.Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.
• Lensa mata
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal.
• Retina atau Selaput Jala
Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.
• Saraf optik
Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.
Mata majemuk ditemukan di antara arthropoda (kerabat serangga), dan terdiri dari banyak sisi sederhana yang putus berpiksel citra (tak ada tampilan lipat ganda seperti yang sering dipercaya).
2. TELINGA
Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi/mengenal suara & juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga pada hewan vertebrata memiliki dasar yang sama dari ikan sampai manusia, dengan beberapa variasi sesuai dengan fungsi dan spesies.
Setiap vertebrata memiliki satu pasang telinga, satu sama lainnya terletak simetris pada bagian yang berlawanan di kepala, untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara.
Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).
Hanya hewan vertebrata yang memiliki telinga, walaupun beberapa invertebrata mampu mendeteksi suara dengan indera tertentu. Pada serangga, organ timpani digunakan untuk mendengar suara.
Beberapa hewan juga menggunakan kakinya untuk mengenal suara seperti pada laba-laba dan kecoa. Ulat bulu menggunakan bulu pada tubuhnya untuk merasakan getaran dan memungkinkan mereka untuk merespon suara.
13. HIDUNG
Rongga hidung mempunyai tiga lapisan yang dipisahkan oleh tulang. Rongga atas berisi ujung-ujung cabang saraf cranial, yaitu saraf olfaktori (saraf pembau).Hidung terlindung dari lapisan tulang rawan dan bagian rongga dalam mengandung sel-sel epitel yang berfungsi untuk menerima rangsang kimia. Bagian tersebut dilengkapi lendir dan rambut-rambut pembau. Hidung merupakan salah satu dari panca indra yang berfungsi sebagai indra pembau. Indra pembau berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Reseptor pencium tidak bergerombol seperti tunas pengecap.Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan akson-akson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di akhir setiap sel pembau pada permukaan epitelium mengandung beberapa rambut-rambut pembau yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di udara
Bulu hidung di dalam kaviti hidung menapis debu dan mikroorganisma dari udara yang masuk dan lapisan mukus yang memerangkapnya. Bekalan darah yang banyak ke membran mukus membantu mengawal udara yang masuk menjadi hampir sama dengan suhu badan di samping melembabkannya. Selain itu hidung juga berfungsi sebagai organ untuk membau kerana reseptor bau terletak di mukosa bahagian atas hidung. Hidung juga membantu menghasilkan dengungan (fonasi).
.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
• Pada pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Organ dalam : jantung, paru-paru, ginjal, hati, lambung, otak, limfa, pankreas, usus halus, usus besar, organ reproduksi jantan , dan organ reproduksi betina.
2. Organ luar : mata, telinga hidung.
• Makin tinggi derajat suatu hewan, makin banyak organ tubuh yang dimilikinya. Hal ini bertujuan untuk efisiensi kerja, karena dengan banyaknya organ tubuh maka pembagian kerja akan semakin efektif.
Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Jantung
http://id.wikipedia.org/wiki/paru-paru
http://id.wikipedia.org/wiki/ginjal
http://id.wikipedia.org/wiki/hati
http://id.wikipedia.org/wiki/limfa
http://id.wikipedia.org/wiki/lambung
http://id.wikipedia.org/wiki/usushalus
http://id.wikipedia.org/wiki/ususbesar
http://id.wikipedia.org/wiki/pankreas
http://id.wikipedia.org/wiki/otak
http://id.wikipedia.org/wiki/mata
http://id.wikipedia.org/wiki/hidung
http://id.wikipedia.org/wiki/telinga
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Organ terbentuk dari beberapa jaringan yang saling bekerjasama melaksanakan fungsi tertentu. Berdasarkan letaknya, organ dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Organ dalam : jantung, paru-paru, ginjal, hati, lambung, otak, limfa, pankreas, usus halus, usus besar, organ reproduksi jantan , dan organ reproduksi betina.
2. Organ luar : mata, telinga hidung
Adanya berbagai jaringan yang berkumpul membentuk suatu organ tertentu, memungkinkan suatu organ mempunyai kemampuan melaksanakan fungsi hidup yang beranekaragam. Makin tinggi derajat suatu hewan, makin banyak organ tubuh yang dimilikinya. Hal ini bertujuan untuk efisiensi kerja, karena dengan banyaknya organ tubuh maka pembagian kerja akan semakin efektif.
B. Tujuan
1. Mengetahui macam – macam organ tubuh hewan
2. Mengetahui struktur dan fungsi dari macam-macam organ hewan
C. Rumusan Masalah
1. Apa sajakah macam-macam organ tubuh pada hewan?
2. Apa fungsi dari setiap macam-macam organ tersebut?
BAB II
PEMBAHASAN
Berdasarkan letaknya, organ dibedakan menjadi dua, yaitu :
A. Organ Dalam
1. JANTUNG
Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas dan memerlukan gaya yang lebih besar untuk mensuplai peredaran darah besar, khususnya pembuluh aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Tiap serambi dan bilik pada masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup bikuspidalis (katup berdaun dua).
Pada pisces, jantungnya terdiri dari dua ruangan yaitu satu serambi dan satu bilik. Pada amphibi, jantungnya terdiri dari tiga ruangan yaitu serambi kiri, serambi kanan dan satu bilik. Sedangkan pada reptil, jantungnya terdiri dari empat ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri dan bilik kanan, namum sekat antar bilik belum sempurna. Pada jantungnya memiliki foramen panizza.
2. PARU-PARU
Paru-paru mamalia mempunyai permukaan berspan (spongy texture) dan dipenuhi liang epitelium dengan itu mempunyai luas permukaan per isipadu yang lebih luas berbanding luas permukaan paru-paru. Paru-paru terletak di dalam rongga dada (thoracic cavity), dilindungi oleh struktur bertulang tulang selangka dan diselaputi karung yang disebut pleura. Lapisan karung dalam melekat pada permukaan luar paru-paru dan lapisan karung luar melekat pada dinding rongga dada. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang dikenali sebagai rongga pleural yang berisi cairan pleural. Bernafas kebanyakannya dilakukan oleh diafragma di bawah, otot yang mengucup menyebabkan rongga di mana paru-paru berada mengembang. Sangkar selangka juga boleh mengembang dan mengucup sedikit. Ini menyebabkan udara tetarik ke dalam dan keluar dari paru-paru melalui trakea dan salur bronkus (bronkhial tubes); yang bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil dikelilingi oleh kapilari yang dipenuhi darah. Di sini oksigen meresap masuk ke dalam darah, di mana oksigen akan d angkut melalui hemoglobin.
Fungsi Paru-Paru
Paru-paru merupak an organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung.
3. GINJAL
Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.
Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urine. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:
1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus
2. lapisan kaya protein sebagai membran dasar
3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)
Dengan bantuan tekanan, cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus, melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman. Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi proksimal. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus konvulasi distal. Lengkung Henle diberi nama berdasar penemunya yaitu Friedrich Gustav Jakob Henle di awal tahun 1860-an. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa, asam amino, dan berbagai ion mineral. Sebagian besar air (97.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis. Cairan mengalir dari tubulus konvulasi distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari:
• tubulus penghubung
• tubulus kolektivus kortikal
• tubulus kloektivus medularis
Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan arteri aferen disebut aparatus juxtaglomerular, mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin Cairan menjadi makin kental di sepanjang tubulus dan saluran untuk membentuk urin, yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter.
4. HATI
Hati (bahasa Yunani : hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan sel non-parenkimal.Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati. 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal. Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi oleh jaringan mesenkimal secara terus-menerus pada saat embrio hingga berkembang menjadi sel parenkimal. Selama masa tersebut, terjadi peningkatan transkripsi mRNA albumin sebagai stimulan proliferasi dan diferensiasi sel endodermal menjadi hepatosit.
Fungsi hati
Berbagai jenis tugas yang dijalankan oleh hati, dilakukan oleh hepatosit. Hingga saat ini belum ditemukan organ lain atau organ buatan atau peralatan yang mampu menggantikan semua fungsi hati. Sebagai kelenjar, hati menghasilkan:
• empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit, berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua, yang kemudian disimpan di dalam kantong empedu atau diekskresi ke duodenum. Empedu mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin, dan biliverdin. Sekresi empedu berguna untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning.
• sebagian besar asam amino
• anti-trombin
• kalsidiol
• kolesterol
• insulin-like growth factor 1 (IGF-1), sebuah protein polipeptida yang berperan penting dalam pertumbuhan tubuh dalam masa kanak-kanak dan tetap memiliki efek anabolik pada orang dewasa.
• enzim arginase yang mengubah arginina menjadi ornitina dan urea. Ornitina yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun.
• trombopoietin, sebuah hormon glikoprotein yang mengendalikan produksi keping darah oleh sumsum tulang belakang.
• angiotensinogen, sebuah hormon yang berperan untuk meningkatkan tekanan darah ketika diaktivasi oleh renin, sebuah enzim yang disekresi oleh ginjal saat ditengarai kurangnya tekanan darah oleh juxtaglomerular apparatus.
5. LAMBUNG
Lambung (bahasa Inggris: stomach; bahasa Belanda: maag) atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan. Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan sejumlah kecil sari-sari makanan diserap. Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah kardia, fundus dan pilorus. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan itu sendiri . Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat. Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari atau sering disebut duodenum.
Dinding lambung tersusun menjadi empat lapisan, yakni mucosa, submucosa, muscularis, dan serosa. Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan. Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi 3 lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-aduk. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.
6. OTAK
Otak (bahasa Inggris: encephalon) adalah pusat sistem saraf (bahasa Inggris: central nervous system, CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensi aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter ini dikirimkan pada celah yang dikenal sebagai sinapsis. Avertebrata seperti serangga mungkin mempunyai jutaan neuron pada otaknya, vertebrata besar bisa mempunyai hingga seratus miliar neuron.
7. LIMFA
Limpa adalah kelenjar tanpa saluran (ductless) yang berhubungan erat dengan sistem sirkulasi dan berfungsi menghancurkan sel darah merah tua. Limpa termasuk salah satu organ sistem limfoid, selain timus, tonsil, dan kelenjar limfe. Sistem limfoid berfungsi untuk melindungi tubuh dari kerusakan akibat zat asing. Sel-sel pada sistem ini dikenal dengan sel imunokompeten yaitu sel yang mampu membedakan sel tubuh dengan zat asing dan menyelenggarakan inaktivasi atau perusakan benda-benda asing. Sel imunokompeten terdiri atas :
• sel utama bergerak, yakni sel limfosit dan makrofaga, dan
• sel utama menetap, yakni retikuloendotel dan sel plasma.
Limpa merupakan organ limfoid terbesar dan terletak di bagian depan dan dekat punggung rongga perut di antara diafragma dan lambung [3]. Secara anatomis, tepi limpa yang normal berbentuk pipih. Fungsi limpa yaitu mengakumulasi limfosit dan makrofaga, degradasi eritrosit, tempat cadangan darah, dan sebagai organ pertahanan terhadap infeksi partikel asing yang masuk ke dalam darah . Limpa dibungkus oleh kapsula, yang terdiri atas dua lapisan, yaitu satu lapisan jaringan penyokong yang tebal dan satu lapisan otot halus. Perpanjangan kapsula ke dalam parenkim limpa disebut trabekula. Trabekula mengandung arteri, vena, saraf, dan pembuluh limfe [1]. Parenkim limpa disebut pulpa yang terdiri atas pulpa merah dan pulpa putih [3]. Pulpa merah berwarna merah gelap pada potongan limpa segar. Pulpa merah terdiri atas sinusoid limpa [3]. Pulpa putih tersebar dalam pulpa merah, berbentuk oval dan berwarna putih kelabu. Pulpa putih terdiri atas pariarteriolar limphoid sheats (PALS), folikel limfoid, dan zona marginal. Folikel limfoid umumnya tersusun atas sel limfosit B, makrofaga, dan sel debri
8. PANKREAS
Pankreas adalah kelenjar panjang yang agak menyempit. Letaknya di belakang usus duabelas jari dan mengandung sekumpulan sel yang disebut kepulauan Langerhans. Kepulauan Langerhans ini menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang digunakan untuk mengatur jumlah gula dalam darah. Insulin akan mengubah kelebihan glukosa darah menjadi glikogen untuk kemudian menyimpannya di dalam hati dan otot. Suatu saat ketika tubuh membutuhkan tambahan energi, glikogen yang tersimpan di dalam hati akan diubah oleh glukagon menjadi glukosa yang dapat digunakan sebagai energi tambahan.
Pankreas juga mengandung sel yang menghasilkan getah pankreas. Getah pankreas adalah getah pencernaan yang mempunyai peran penting dalam mengolah tiga kelompok bahan makanan organik utama, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Getah pankreas ini terutama terdiri dari air, bikarbonat, dan enzim yang dapat dibedakan atas enzim tripsin, enzim amilase, serta enzim lipase.
Getah pankreas dialirkan ke usus duabelas jari melalui dua saluran di sepanjang pankreas. Pada usus duabelas jari, bikarbonat menetralisir chymus asam. Tripsin bekerja atas protein dalam makanan dan membantu menyempurnakan proses pencernaan makanan di dalam lambung bersama-sama dengan enzim pepsin yang dihasilkan oleh lambung. Amilase berperan dalam melanjutkan proses pemecahan karbohidrat yang telah dimulai oleh enzim ptyalin dalam air ludah. Sementara itu, lipase mempunyai peran yang tak kalah penting dalam proses pemecahan lemak.
9. USUS HALUS
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.
Di dalam usus dua belas jari, dihasilkan enzim dari dinding usus. Enzim tersebut diperlukan untuk mencerna makanan secara kimiawi:
• Enterokinase, untuk mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas menjadi tripsin;
• Erepsin atau dipeptidase, untuk mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino;
• Laktase, mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa;
• Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa;
• Disakarase, mengubah disakarida menjadi monosakarida;
• Peptidase, mengubah polipeptida menjadi asam amino;
• Lipase, mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak;
• Sukrase, mengubah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa.
Di dalam usus penyerapan (iluem) terdapat banyak lipatan atau lekukan yang disebut jonjot-jonjot usus (vili). Vili berfungsi memperluas permukaan penerapan, sehingga makanan dapat terserap sempurna.
10. USUS BESAR
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan "kolon kanan", sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan "kolon kiri".
Fungsi usus besar yaitu
1. menyimpan dan eliminasi sisa makanan,
2. menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, dengan cara menyerap air
3. mendegradasi bakteri.
Secara makroskopis usus besar dapat dibagi menjadi enam bagian, yaitu sekum, kolon asenden, kolon transversus, kolon desenden, sigmoid, dan rektum. Keenam bagian ini sulit dibedakan secara histologis. Karakteristik utama pada sekum, kolon, dan rektum yaitu tidak membentuk vili seperti usus halus, memiliki kelenjar yang panjang dan berbentuk tubuli sederhana, tidak memiliki sel granuler asidofilik (sel Panneth), dan memiliki jumlah nodul limfatik yang banyak.
Gambaran histologis usus besar secara umum yaitu mengandung kripta Lieberkuhn yang lebih panjang dan lebih lurus pada tunika mukosa dibandingkan dengan usus halus. Epitel usus besar berbentuk silinder dan mengandung jauh lebih banyak sel Goblet dibandingkan usus halus Lamina propria usus besar terdiri atas jaringan ikat retikuler dan nodulus limfatikus. Seperti pada usus halus, tunika muskularis mukosa pada usus besar terdiri atas lapisan sirkular sebelah dalam dan lapisan longitudinal sebelah luar. Tunika mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar, lemak, dan pleksus Meissner. Di sebelah luar tunika mukosa terdapat tunika muskularis eksterna dan tunika serosa. Tunika serosa ini terdiri atas mesotelium dan jaringan ikat subserosa.
11. ORGAN REPRODUKSI HEWAN JANTAN
Susunan alat kelamin jantan pada umumnya terdiri dari:
1. Alat kelamin utama yaitu gonad atau testis
2. Saluran alat kelamin yang terdiri dari epididymis, vas deferens, ampula dan urethra. Kelenjar-kelenjar asesoris yaitu vesikularis, prostata dan bulbourethralis (Cowper)
3. Alat kelamin luar yaitu penis, preputium dan skrotum.
Testis dari beberapa spesies hewan agak berbeda dalam hal: Ukuran, bentuk dan lokasinya, walaupun struktur penyusun utamanya sama. Pada kebanyakan mamalia, testis terletak pada daerah pre pubis, merupakan kelenjar tubuler berbentuk bulat lonjong terdapat sepasang.
Testis terbungkus dalam kantong skrotum, dimana dalam skrotum berisi dua lobi testis yang masing-masing lobi mengandung satu testis. Testis dapat menggantung di dalam skrotum secara bebas dengan bantuan korda spermatika yang didalamnya mengandung duktus deferens, pembuluh darah, syaraf serta pembuluh limfe.
Pada keadaan normal, testis berbentuk bulat panjang dengan sumbu memanjang ke arah vertikal. Setelah kulit dibuka (ikut tersayat korium, tunika dartos, tunika vaginalis komunis) testis terbungkus kapsul warna putihmengkilat yang disebut tunika albuginea. Tunika ini mengandung syaraf dan pembuluh darah (pembuluh darah ini terlihat berkelok-kelok.
12. ORGAN REPRODUKSI HEWAN BETINA
Ovarium
Merupakan alat kelamin betina yang bertanggung jawab atas diferensiasi dan pelepasan oosit matang untuk fertilisasi dan perkembangbiakan dari spesies. Ovarium juga sebagai organ endokrin yang memproduksi hormon steroid yang memungkinkan berkembangnya ciri-ciri seksual betina sekunder dan mendukung kebuntingan Pada umumnya, ovarium terdapat dua buah, yaitu kanan dan kiri yang terletak di dalam rongga pelvis.Strukturnya oval, Ovarium tidak terikat dengan tuba falopii dengan saluran telur yang terbuka ke arah fimbriae,
Tuba Falopii
Pangkal dari tuba falopii terdapat fimbrae, fimbrae adalah struktur berbentuk corong yang berfungsi menangkap ovum yang telah di ovulasi oleh ovarium dan akan di teruskan ke arah tuba falopii. Tuba falopii merupakan saluran reproduksi betina yang kecil, berliku-liku dan kenyal serta terdapat sepasang dan merupakan saluran penghubung antara ovarium dan uterus.
Uterus
biasanya memiliki dua buah tanduk (kornua uteri), satu buah tubuh (korpus uteri), dan satu buah leher rahim (servik uteri). Tipe bentuk uterus hewan ada bermacam-macam, antara lain:
1. Uterus Simpleks
Uterus tipe ini dimiliki oleh primata dan mamalia sejenis.Uterus tipe ini mempunyai servik uteri, korpus uteri nya jelas dan tidak memiliki kornua uteri.
2. Uterus Bipartitus
Uterus tipe ini dimiliki oleh sapi, domba, anjing, kucing, dan kuda. Uterus tipe ini mempunyai satu servik, korpus uteri jelas terutama pada kuda, mempunyai kornua uteri, dan terdapat sebuah septum pemisah kedua kornua uteri.
3. Uterus Bikornis
Uterus tipe ini dimiliki oleh babi. Korpus uterus sangat pendek, sebuah servik dan kornua uteri panjang serta berkelok-kelok.
4. Uterus Duplek
Uterus tipe ini dimiliki oleh tikus, mencit, kelinci, dan marmot. Uterus tipe ini memiliki dua korpus uteri, dan dua servik.
5. Uterus Delphia
Uterus tipe ini dimiliki oleh hewan berkantung, seperti opossum, kanguru, dan platypus. Semua saluran kelaminnya terbagi dua yaitu dua kornua uteri, dua korpus uteri, dua servik, dan dua vagina.
Vagina
Merupakan saluran kelamin betina yang berfungsi sebagai tempat penumpahan semen. Vagina juga merupakan jalur pengeluaran fetus dan plasenta pada saat partus.
B. Organ Luar
1. MATA
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.
Bagian-bagian pada organ mata bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia. Bagian-bagian tersebut adalah:
• Kornea
Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.
• Sklera
Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya rata- rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter.
• Pupil dan iris
Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya.Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.
• Lensa mata
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal.
• Retina atau Selaput Jala
Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.
• Saraf optik
Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.
Mata majemuk ditemukan di antara arthropoda (kerabat serangga), dan terdiri dari banyak sisi sederhana yang putus berpiksel citra (tak ada tampilan lipat ganda seperti yang sering dipercaya).
2. TELINGA
Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi/mengenal suara & juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga pada hewan vertebrata memiliki dasar yang sama dari ikan sampai manusia, dengan beberapa variasi sesuai dengan fungsi dan spesies.
Setiap vertebrata memiliki satu pasang telinga, satu sama lainnya terletak simetris pada bagian yang berlawanan di kepala, untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara.
Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).
Hanya hewan vertebrata yang memiliki telinga, walaupun beberapa invertebrata mampu mendeteksi suara dengan indera tertentu. Pada serangga, organ timpani digunakan untuk mendengar suara.
Beberapa hewan juga menggunakan kakinya untuk mengenal suara seperti pada laba-laba dan kecoa. Ulat bulu menggunakan bulu pada tubuhnya untuk merasakan getaran dan memungkinkan mereka untuk merespon suara.
13. HIDUNG
Rongga hidung mempunyai tiga lapisan yang dipisahkan oleh tulang. Rongga atas berisi ujung-ujung cabang saraf cranial, yaitu saraf olfaktori (saraf pembau).Hidung terlindung dari lapisan tulang rawan dan bagian rongga dalam mengandung sel-sel epitel yang berfungsi untuk menerima rangsang kimia. Bagian tersebut dilengkapi lendir dan rambut-rambut pembau. Hidung merupakan salah satu dari panca indra yang berfungsi sebagai indra pembau. Indra pembau berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Reseptor pencium tidak bergerombol seperti tunas pengecap.Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan akson-akson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di akhir setiap sel pembau pada permukaan epitelium mengandung beberapa rambut-rambut pembau yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di udara
Bulu hidung di dalam kaviti hidung menapis debu dan mikroorganisma dari udara yang masuk dan lapisan mukus yang memerangkapnya. Bekalan darah yang banyak ke membran mukus membantu mengawal udara yang masuk menjadi hampir sama dengan suhu badan di samping melembabkannya. Selain itu hidung juga berfungsi sebagai organ untuk membau kerana reseptor bau terletak di mukosa bahagian atas hidung. Hidung juga membantu menghasilkan dengungan (fonasi).
.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
• Pada pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Organ dalam : jantung, paru-paru, ginjal, hati, lambung, otak, limfa, pankreas, usus halus, usus besar, organ reproduksi jantan , dan organ reproduksi betina.
2. Organ luar : mata, telinga hidung.
• Makin tinggi derajat suatu hewan, makin banyak organ tubuh yang dimilikinya. Hal ini bertujuan untuk efisiensi kerja, karena dengan banyaknya organ tubuh maka pembagian kerja akan semakin efektif.
Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Jantung
http://id.wikipedia.org/wiki/paru-paru
http://id.wikipedia.org/wiki/ginjal
http://id.wikipedia.org/wiki/hati
http://id.wikipedia.org/wiki/limfa
http://id.wikipedia.org/wiki/lambung
http://id.wikipedia.org/wiki/usushalus
http://id.wikipedia.org/wiki/ususbesar
http://id.wikipedia.org/wiki/pankreas
http://id.wikipedia.org/wiki/otak
http://id.wikipedia.org/wiki/mata
http://id.wikipedia.org/wiki/hidung
http://id.wikipedia.org/wiki/telinga
uji perlakuan protein
UJI PERLAKUAN SEBELUM SESUDAH
Unsur- unsur dalam protein 1 ml protein + 2 ml NaOH dipanaskan
- melihat perubahan warna, bau, uap air yang terbentuk
- menguji dengan lakmus merah dan biru - Ekstrak pindang berwarna putih keruh
- NaOH tidak berwarna
- Lakmus merah berwarna merah
- Lakmus biru berwarna biru
- Albumin berwarna putih telur 1. “Protein” + NaOH dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (+)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
2. NaOH 10 % + Albumin dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (++)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
3. Albumin dipanaskan menjadi berwarna putih susu dan berbusa
Bau : Telur yang dipanaskan
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
Kelarutan Albumin Masing- masing 1ml Albumin dengan aquades, albumin dengan NaOH, albumin dengan HCL, albumin dengan NaCO 3 dan albumin dengan ekstrak pindang divorteks selama 1-2 menit
-Diamati yang terjadi -Albumin berwarna putih telur
-Aquades tidak berwarna
-NaOH tidak berwarna
-HCL tidak berwarna
-NaCO3 tidak berwarna
-Ekstrak pindang berwarna putih keruh -1 ml albumin + 1 ml aquades divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml NaOH divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml HCL divorteks = Berwarna putih susu dan larut
1 ml albumin + 1 ml NaCO3 divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
1 ml albumin + 1 ml ekstrak pindang divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
Uji Benedict 3 ml ekstrak pindang + 1 ml NaOH 10 % dihomogenkan dengan vorteks kemudian ditambahkan 3 tetes CuSO4 0,01 M diaduk dan diamati warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-NaOH tidak berwarna
-CuSO4 tidak berwarna -1 ml NaOH 10 % + ekstrak pindang dihomogenkan = berwarna putih keruh
- kemudian dicampurkan 3 tetes CuSO4 = biru muda dan terdapat endapan
Uji Ninhidrin -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-Larutan Ninhidrin 0,1 % tidak berwarna -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna merah muda
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna ungu
vUJI PERLAKUAN SEBELUM SESUDAH
Unsur- unsur dalam protein 1 ml protein + 2 ml NaOH dipanaskan
- melihat perubahan warna, bau, uap air yang terbentuk
- menguji dengan lakmus merah dan biru - Ekstrak pindang berwarna putih keruh
- NaOH tidak berwarna
- Lakmus merah berwarna merah
- Lakmus biru berwarna biru
- Albumin berwarna putih telur 1. “Protein” + NaOH dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (+)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
2. NaOH 10 % + Albumin dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (++)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
3. Albumin dipanaskan menjadi berwarna putih susu dan berbusa
Bau : Telur yang dipanaskan
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
Kelarutan Albumin Masing- masing 1ml Albumin dengan aquades, albumin dengan NaOH, albumin dengan HCL, albumin dengan NaCO 3 dan albumin dengan ekstrak pindang divorteks selama 1-2 menit
-Diamati yang terjadi -Albumin berwarna putih telur
-Aquades tidak berwarna
-NaOH tidak berwarna
-HCL tidak berwarna
-NaCO3 tidak berwarna
-Ekstrak pindang berwarna putih keruh -1 ml albumin + 1 ml aquades divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml NaOH divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml HCL divorteks = Berwarna putih susu dan larut
1 ml albumin + 1 ml NaCO3 divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
1 ml albumin + 1 ml ekstrak pindang divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
Uji Benedict 3 ml ekstrak pindang + 1 ml NaOH 10 % dihomogenkan dengan vorteks kemudian ditambahkan 3 tetes CuSO4 0,01 M diaduk dan diamati warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-NaOH tidak berwarna
-CuSO4 tidak berwarna -1 ml NaOH 10 % + ekstrak pindang dihomogenkan = berwarna putih keruh
- kemudian dicampurkan 3 tetes CuSO4 = biru muda dan terdapat endapan
Uji Ninhidrin -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-Larutan Ninhidrin 0,1 % tidak berwarna -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna merah muda
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna ungu
UJI PERLAKUAN SEBELUM SESUDAH
Unsur- unsur dalam protein 1 ml protein + 2 ml NaOH dipanaskan
- melihat perubahan warna, bau, uap air yang terbentuk
- menguji dengan lakmus merah dan biru - Ekstrak pindang berwarna putih keruh
- NaOH tidak berwarna
- Lakmus merah berwarna merah
- Lakmus biru berwarna biru
- Albumin berwarna putih telur 1. “Protein” + NaOH dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (+)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
2. NaOH 10 % + Albumin dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (++)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
3. Albumin dipanaskan menjadi berwarna putih susu dan berbusa
Bau : Telur yang dipanaskan
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
Kelarutan Albumin Masing- masing 1ml Albumin dengan aquades, albumin dengan NaOH, albumin dengan HCL, albumin dengan NaCO 3 dan albumin dengan ekstrak pindang divorteks selama 1-2 menit
-Diamati yang terjadi -Albumin berwarna putih telur
-Aquades tidak berwarna
-NaOH tidak berwarna
-HCL tidak berwarna
-NaCO3 tidak berwarna
-Ekstrak pindang berwarna putih keruh -1 ml albumin + 1 ml aquades divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml NaOH divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml HCL divorteks = Berwarna putih susu dan larut
1 ml albumin + 1 ml NaCO3 divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
1 ml albumin + 1 ml ekstrak pindang divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
Uji Benedict 3 ml ekstrak pindang + 1 ml NaOH 10 % dihomogenkan dengan vorteks kemudian ditambahkan 3 tetes CuSO4 0,01 M diaduk dan diamati warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-NaOH tidak berwarna
-CuSO4 tidak berwarna -1 ml NaOH 10 % + ekstrak pindang dihomogenkan = berwarna putih keruh
- kemudian dicampurkan 3 tetes CuSO4 = biru muda dan terdapat endapan
Uji Ninhidrin -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-Larutan Ninhidrin 0,1 % tidak berwarna -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna merah muda
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna ungu
UJI PERLAKUAN SEBELUM SESUDAH
Unsur- unsur dalam protein 1 ml protein + 2 ml NaOH dipanaskan
- melihat perubahan warna, bau, uap air yang terbentuk
- menguji dengan lakmus merah dan biru - Ekstrak pindang berwarna putih keruh
- NaOH tidak berwarna
- Lakmus merah berwarna merah
- Lakmus biru berwarna biru
- Albumin berwarna putih telur 1. “Protein” + NaOH dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (+)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
2. NaOH 10 % + Albumin dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (++)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
3. Albumin dipanaskan menjadi berwarna putih susu dan berbusa
Bau : Telur yang dipanaskan
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
Kelarutan Albumin Masing- masing 1ml Albumin dengan aquades, albumin dengan NaOH, albumin dengan HCL, albumin dengan NaCO 3 dan albumin dengan ekstrak pindang divorteks selama 1-2 menit
-Diamati yang terjadi -Albumin berwarna putih telur
-Aquades tidak berwarna
-NaOH tidak berwarna
-HCL tidak berwarna
-NaCO3 tidak berwarna
-Ekstrak pindang berwarna putih keruh -1 ml albumin + 1 ml aquades divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml NaOH divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml HCL divorteks = Berwarna putih susu dan larut
1 ml albumin + 1 ml NaCO3 divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
1 ml albumin + 1 ml ekstrak pindang divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
Uji Benedict 3 ml ekstrak pindang + 1 ml NaOH 10 % dihomogenkan dengan vorteks kemudian ditambahkan 3 tetes CuSO4 0,01 M diaduk dan diamati warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-NaOH tidak berwarna
-CuSO4 tidak berwarna -1 ml NaOH 10 % + ekstrak pindang dihomogenkan = berwarna putih keruh
- kemudian dicampurkan 3 tetes CuSO4 = biru muda dan terdapat endapan
Uji Ninhidrin -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-Larutan Ninhidrin 0,1 % tidak berwarna -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna merah muda
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna ungu
UJI PERLAKUAN SEBELUM SESUDAH Unsur- unsur dalam protein 1 ml protein + 2 ml NaOH dipanaskan - melihat perubahan warna, bau, uap air yang terbentuk - menguji dengan lakmus merah dan biru - Ekstrak pindang berwarna putih keruh - NaOH tidak berwarna - Lakmus merah berwarna merah - Lakmus biru berwarna biru - Albumin berwarna putih telur 1. “Protein” + NaOH dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (+) Bau : Rambut terbakar Lakmus merah menjadi berwarna biru Lakmus biru menjadi berwarna biru Terdapat uap air 2. NaOH 10 % + Albumin dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (++) Bau : Rambut terbakar Lakmus merah menjadi berwarna biru Lakmus biru menjadi berwarna biru Terdapat uap air 3. Albumin dipanaskan menjadi berwarna putih susu dan berbusa Bau : Telur yang dipanaskan Lakmus merah menjadi berwarna biru Lakmus biru menjadi berwarna biru Terdapat uap air Kelarutan Albumin Masing- masing 1ml Albumin dengan aquades, albumin dengan NaOH, albumin dengan HCL, albumin dengan NaCO 3 dan albumin dengan ekstrak pindang divorteks selama 1-2 menit -Diamati yang terjadi -Albumin berwarna putih telur -Aquades tidak berwarna -NaOH tidak berwarna -HCL tidak berwarna -NaCO3 tidak berwarna -Ekstrak pindang berwarna putih keruh -1 ml albumin + 1 ml aquades divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan -1 ml albumin + 1 ml NaOH divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan -1 ml albumin + 1 ml HCL divorteks = Berwarna putih susu dan larut 1 ml albumin + 1 ml NaCO3 divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan 1 ml albumin + 1 ml ekstrak pindang divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan Uji Benedict 3 ml ekstrak pindang + 1 ml NaOH 10 % dihomogenkan dengan vorteks kemudian ditambahkan 3 tetes CuSO4 0,01 M diaduk dan diamati warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh -NaOH tidak berwarna -CuSO4 tidak berwarna -1 ml NaOH 10 % + ekstrak pindang dihomogenkan = berwarna putih keruh - kemudian dicampurkan 3 tetes CuSO4 = biru muda dan terdapat endapan Uji Ninhidrin -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh -Larutan Ninhidrin 0,1 % tidak berwarna -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna merah muda -1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna ungu
Unsur- unsur dalam protein 1 ml protein + 2 ml NaOH dipanaskan
- melihat perubahan warna, bau, uap air yang terbentuk
- menguji dengan lakmus merah dan biru - Ekstrak pindang berwarna putih keruh
- NaOH tidak berwarna
- Lakmus merah berwarna merah
- Lakmus biru berwarna biru
- Albumin berwarna putih telur 1. “Protein” + NaOH dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (+)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
2. NaOH 10 % + Albumin dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (++)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
3. Albumin dipanaskan menjadi berwarna putih susu dan berbusa
Bau : Telur yang dipanaskan
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
Kelarutan Albumin Masing- masing 1ml Albumin dengan aquades, albumin dengan NaOH, albumin dengan HCL, albumin dengan NaCO 3 dan albumin dengan ekstrak pindang divorteks selama 1-2 menit
-Diamati yang terjadi -Albumin berwarna putih telur
-Aquades tidak berwarna
-NaOH tidak berwarna
-HCL tidak berwarna
-NaCO3 tidak berwarna
-Ekstrak pindang berwarna putih keruh -1 ml albumin + 1 ml aquades divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml NaOH divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml HCL divorteks = Berwarna putih susu dan larut
1 ml albumin + 1 ml NaCO3 divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
1 ml albumin + 1 ml ekstrak pindang divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
Uji Benedict 3 ml ekstrak pindang + 1 ml NaOH 10 % dihomogenkan dengan vorteks kemudian ditambahkan 3 tetes CuSO4 0,01 M diaduk dan diamati warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-NaOH tidak berwarna
-CuSO4 tidak berwarna -1 ml NaOH 10 % + ekstrak pindang dihomogenkan = berwarna putih keruh
- kemudian dicampurkan 3 tetes CuSO4 = biru muda dan terdapat endapan
Uji Ninhidrin -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-Larutan Ninhidrin 0,1 % tidak berwarna -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna merah muda
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna ungu
vUJI PERLAKUAN SEBELUM SESUDAH
Unsur- unsur dalam protein 1 ml protein + 2 ml NaOH dipanaskan
- melihat perubahan warna, bau, uap air yang terbentuk
- menguji dengan lakmus merah dan biru - Ekstrak pindang berwarna putih keruh
- NaOH tidak berwarna
- Lakmus merah berwarna merah
- Lakmus biru berwarna biru
- Albumin berwarna putih telur 1. “Protein” + NaOH dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (+)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
2. NaOH 10 % + Albumin dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (++)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
3. Albumin dipanaskan menjadi berwarna putih susu dan berbusa
Bau : Telur yang dipanaskan
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
Kelarutan Albumin Masing- masing 1ml Albumin dengan aquades, albumin dengan NaOH, albumin dengan HCL, albumin dengan NaCO 3 dan albumin dengan ekstrak pindang divorteks selama 1-2 menit
-Diamati yang terjadi -Albumin berwarna putih telur
-Aquades tidak berwarna
-NaOH tidak berwarna
-HCL tidak berwarna
-NaCO3 tidak berwarna
-Ekstrak pindang berwarna putih keruh -1 ml albumin + 1 ml aquades divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml NaOH divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml HCL divorteks = Berwarna putih susu dan larut
1 ml albumin + 1 ml NaCO3 divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
1 ml albumin + 1 ml ekstrak pindang divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
Uji Benedict 3 ml ekstrak pindang + 1 ml NaOH 10 % dihomogenkan dengan vorteks kemudian ditambahkan 3 tetes CuSO4 0,01 M diaduk dan diamati warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-NaOH tidak berwarna
-CuSO4 tidak berwarna -1 ml NaOH 10 % + ekstrak pindang dihomogenkan = berwarna putih keruh
- kemudian dicampurkan 3 tetes CuSO4 = biru muda dan terdapat endapan
Uji Ninhidrin -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-Larutan Ninhidrin 0,1 % tidak berwarna -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna merah muda
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna ungu
UJI PERLAKUAN SEBELUM SESUDAH
Unsur- unsur dalam protein 1 ml protein + 2 ml NaOH dipanaskan
- melihat perubahan warna, bau, uap air yang terbentuk
- menguji dengan lakmus merah dan biru - Ekstrak pindang berwarna putih keruh
- NaOH tidak berwarna
- Lakmus merah berwarna merah
- Lakmus biru berwarna biru
- Albumin berwarna putih telur 1. “Protein” + NaOH dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (+)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
2. NaOH 10 % + Albumin dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (++)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
3. Albumin dipanaskan menjadi berwarna putih susu dan berbusa
Bau : Telur yang dipanaskan
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
Kelarutan Albumin Masing- masing 1ml Albumin dengan aquades, albumin dengan NaOH, albumin dengan HCL, albumin dengan NaCO 3 dan albumin dengan ekstrak pindang divorteks selama 1-2 menit
-Diamati yang terjadi -Albumin berwarna putih telur
-Aquades tidak berwarna
-NaOH tidak berwarna
-HCL tidak berwarna
-NaCO3 tidak berwarna
-Ekstrak pindang berwarna putih keruh -1 ml albumin + 1 ml aquades divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml NaOH divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml HCL divorteks = Berwarna putih susu dan larut
1 ml albumin + 1 ml NaCO3 divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
1 ml albumin + 1 ml ekstrak pindang divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
Uji Benedict 3 ml ekstrak pindang + 1 ml NaOH 10 % dihomogenkan dengan vorteks kemudian ditambahkan 3 tetes CuSO4 0,01 M diaduk dan diamati warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-NaOH tidak berwarna
-CuSO4 tidak berwarna -1 ml NaOH 10 % + ekstrak pindang dihomogenkan = berwarna putih keruh
- kemudian dicampurkan 3 tetes CuSO4 = biru muda dan terdapat endapan
Uji Ninhidrin -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-Larutan Ninhidrin 0,1 % tidak berwarna -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna merah muda
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna ungu
UJI PERLAKUAN SEBELUM SESUDAH
Unsur- unsur dalam protein 1 ml protein + 2 ml NaOH dipanaskan
- melihat perubahan warna, bau, uap air yang terbentuk
- menguji dengan lakmus merah dan biru - Ekstrak pindang berwarna putih keruh
- NaOH tidak berwarna
- Lakmus merah berwarna merah
- Lakmus biru berwarna biru
- Albumin berwarna putih telur 1. “Protein” + NaOH dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (+)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
2. NaOH 10 % + Albumin dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (++)
Bau : Rambut terbakar
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
3. Albumin dipanaskan menjadi berwarna putih susu dan berbusa
Bau : Telur yang dipanaskan
Lakmus merah menjadi berwarna biru
Lakmus biru menjadi berwarna biru
Terdapat uap air
Kelarutan Albumin Masing- masing 1ml Albumin dengan aquades, albumin dengan NaOH, albumin dengan HCL, albumin dengan NaCO 3 dan albumin dengan ekstrak pindang divorteks selama 1-2 menit
-Diamati yang terjadi -Albumin berwarna putih telur
-Aquades tidak berwarna
-NaOH tidak berwarna
-HCL tidak berwarna
-NaCO3 tidak berwarna
-Ekstrak pindang berwarna putih keruh -1 ml albumin + 1 ml aquades divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml NaOH divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
-1 ml albumin + 1 ml HCL divorteks = Berwarna putih susu dan larut
1 ml albumin + 1 ml NaCO3 divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
1 ml albumin + 1 ml ekstrak pindang divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan
Uji Benedict 3 ml ekstrak pindang + 1 ml NaOH 10 % dihomogenkan dengan vorteks kemudian ditambahkan 3 tetes CuSO4 0,01 M diaduk dan diamati warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-NaOH tidak berwarna
-CuSO4 tidak berwarna -1 ml NaOH 10 % + ekstrak pindang dihomogenkan = berwarna putih keruh
- kemudian dicampurkan 3 tetes CuSO4 = biru muda dan terdapat endapan
Uji Ninhidrin -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh
-Larutan Ninhidrin 0,1 % tidak berwarna -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna merah muda
-1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna ungu
UJI PERLAKUAN SEBELUM SESUDAH Unsur- unsur dalam protein 1 ml protein + 2 ml NaOH dipanaskan - melihat perubahan warna, bau, uap air yang terbentuk - menguji dengan lakmus merah dan biru - Ekstrak pindang berwarna putih keruh - NaOH tidak berwarna - Lakmus merah berwarna merah - Lakmus biru berwarna biru - Albumin berwarna putih telur 1. “Protein” + NaOH dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (+) Bau : Rambut terbakar Lakmus merah menjadi berwarna biru Lakmus biru menjadi berwarna biru Terdapat uap air 2. NaOH 10 % + Albumin dicampur dan dipanaskan menjadi berwarna putih keruh (++) Bau : Rambut terbakar Lakmus merah menjadi berwarna biru Lakmus biru menjadi berwarna biru Terdapat uap air 3. Albumin dipanaskan menjadi berwarna putih susu dan berbusa Bau : Telur yang dipanaskan Lakmus merah menjadi berwarna biru Lakmus biru menjadi berwarna biru Terdapat uap air Kelarutan Albumin Masing- masing 1ml Albumin dengan aquades, albumin dengan NaOH, albumin dengan HCL, albumin dengan NaCO 3 dan albumin dengan ekstrak pindang divorteks selama 1-2 menit -Diamati yang terjadi -Albumin berwarna putih telur -Aquades tidak berwarna -NaOH tidak berwarna -HCL tidak berwarna -NaCO3 tidak berwarna -Ekstrak pindang berwarna putih keruh -1 ml albumin + 1 ml aquades divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan -1 ml albumin + 1 ml NaOH divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan -1 ml albumin + 1 ml HCL divorteks = Berwarna putih susu dan larut 1 ml albumin + 1 ml NaCO3 divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan 1 ml albumin + 1 ml ekstrak pindang divorteks = Berwarna bening dan ada gumpalan Uji Benedict 3 ml ekstrak pindang + 1 ml NaOH 10 % dihomogenkan dengan vorteks kemudian ditambahkan 3 tetes CuSO4 0,01 M diaduk dan diamati warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh -NaOH tidak berwarna -CuSO4 tidak berwarna -1 ml NaOH 10 % + ekstrak pindang dihomogenkan = berwarna putih keruh - kemudian dicampurkan 3 tetes CuSO4 = biru muda dan terdapat endapan Uji Ninhidrin -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan kemudian diamati perubahan warna yang terjadi -Ekstrak pindang berwarna putih keruh -Larutan Ninhidrin 0,1 % tidak berwarna -1 ml Arginin + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna merah muda -1 ml ekstrak pindang + 5 tetes larutan Ninhidrin 0,1 % dipanaskan = berwarna ungu
khasiat dan gizi tempe
Khasiat dan Kandungan Gizi
Tempe
Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain.
Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.
Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.
Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut).
Mutu gizi tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe.
Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.
Asam Lemak
Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya.
Dalam proses itu asam palmitat dan asam linoleat sedikit mengalami penurunan, sedangkan kenaikan terjadi pada asam oleat dan linolenat (asam linolenat tidak terdapat pada kedelai). Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.
Vitamin
Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).
Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Kenaikan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe; vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae dan Citrobacter freundii.
Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.
Mineral
Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, dan zink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe.
Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.
Antioksidan
Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.
Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium.
Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini.
Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.<br />
Pisang
Pisang mampu dengan mudah diserap tubuh dan mengembalikan energi puncak mereka. Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut:
• Kalori 99 kalori
• Protein 1,2 gram
• Lemak 0,2 gram
• Karbohidrat 25,8 miligram (mg)
• Serat 0,7 gram
• Kalsium 8 mg
• Fosfor 28 mg
• Besi 0,5 mg
• Vitamin A 44 RE
• Vitamin B 0,08 mg
• Vitamin C 3 mg
• Air 72 gram.
Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri dari mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak, dan lain-lain, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya.
Pilihlah pisang yang sudah matang, yang kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning, sebab ini akan mudah dicerna, dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorbsi ke dalam peredaran darah, pisang yang mentah akan sulit dicerna.
Berbagai Manfaat Pisang:
• Sumber Kekuatan Tenaga
Buah pisang dengan mudah dapat dicerna, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot, dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.
• Manfaat Untuk Ibu Hamil
Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.
• Manfaat Bagi Penderita Anemia
Dua buah pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi.
• Manfaat Bagi Penyakit Usus Dan Perut
Pisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalam segelas susu cair) dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan cholik untuk menetralkan keasaman lambung.
Sebuah pisang dihidangkan sebagai pertahanan terhadap inflamasi karena Vitamin C dapat secara cepat diproses. Ia mentransformasikan bacillus berbahaya menjadi bacillus yang bersahabat. Dengan demikian, keduanya akan tertolong.
Pure pisang ataupun krim pisang (seperti untuk makanan bayi), dapat dikonsumsi oleh pasien yang menderita diare.
• Manfaat Bagi Penderita Lever
Penderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu, akan menambah nafsu makan dan membuat kuat.
• Manfaat Bagi Luka Bakar
Daun pisang dapat digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles, campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit.
• Manfaat Bagi Diabetes
Pada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara), jenis pisang goroho yakni pisang khas daerah setempat, merupakan makanan tambahan / pokok bagi orang yang menderita penyakit gula / diabetes melitus, terutama buah pisang goroho yang belum matang, kemudian dikukus dan dicampur kelapa parut muda.
Khasiat Lainnya
Dalam “Medicinal Uses of Bananas” menyebutkan, bahwa pisang mempunyai manfaat dalam penyembuhan anemia, menurunkan tekanan darah, tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu diet, kulit pisang dapat digunakan sebagai krim anti nyamuk, membantu sistem syaraf, dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin, stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman.
Tanaman pisang secara genetis dapat menghasilkan vaksin yang murah dan sebagai alternatif untuk pertahanan anak dari serangan penyakit. Para peneliti sedang mencoba dari pisang untuk memproduksi antigen untuk coating Virus Hepatitis B. Apabila vaksin Hepatitis B tersebut berhasil akan menjadi sangat murah.
Peneliti lain mengembangkan pisang yang dapat membantu dalam melawan penyakit campak / cacar air, penyakit kuning, polio dan dipteri. Saat ini, peneliti telah mencoba pada relawan, di mana diperlihatkan 10 persen tekanan darah turun dengan mengonsumsi dua buah pisang setiap hari.
Pepaya
Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexico dan Costa Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi.
Komposisi yang terkandung dalam buah ini adalah:
Kandungan buah pepaya masak (100 gr)
- Kalori 46 kal
- Vitamin A 365 SI
- Vitamin B1 0,04 mg
- Vitamin C 78 mg
- Kalsium 23 mg
- Hidrat Arang 12,2 gram
- Fosfor 12 mg
- Besi 1,7 mg
- Protein 0,5 mg
- Air 86,7 gram
Kandungan buah Pepaya Muda (100 gr)
- Kalori 26 kalori.
- Lemak 0,1 gram
- Protein 2,1 gram
- Hidrat Arang 4,9 gram
- Kalsium 50 mg
- Fosfor 16 mg
- Besi 0,4 mg
- Vitamin A 50 SI
- Vitamin B1 0,02 mg
- Vitamin C 19 mg
- Air 92,4 gram
Disamping itu buah pepaya juga mengandung unsur antibiotik, yang dapat digunakan untuk pengobatan tanpa ada efek sampingannya. Buah Pepaya juga mengandung unsur yang dapat membuat pencernaan makanan lebih sempurna, disamping memiliki daya yang dapat membuat air seni bereaksi asam, yang secara ilmiah disebut zat caricaksantin dan violaksantin.
Menurut VN Villegas dalam tulisannya yang dimuat Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang Dapat Dimakan, sekitar 60 persen buah pepaya yang masak dapat dimakan. Setiap 100 gram pepaya rata-rata mengandung:
• 86,6 gram air
• 0,5 gram protein
• 0,3 gram lemak
• 12,1 gram karbohidrat
• 0,7 gram serat
• 0,5 gram abu
• 34 miligram kalsium
• 11 miligram fosfor
• satu miligram besi
• tiga miligram kalium
• 450 miligram vitamin A
• 74 miligram vitamin C
• 0,03 miligram tiamina
• 0,5 miligram niasina
• 0,04 miligram riboflavin.
• Nilai energinya 200 kJ/100 gram
kandungan gula utamanya adalah:
sukrosa (48,3 persen)
glukosa (29,8 persen)
fruktosa (21,9 persen).
Selain sebagai buah matang yang bisa diperoleh sepanjang tahun, pepaya juga digunakan untuk bahan rujak, minuman penyegar, agar-agar, selai, kue, dan buah beku. Di Jawa, bunga pepaya juga banyak dijadikan manisan dan daun mudanya untuk lauk atau jamu. Karpaina, semacam alkaloid yang terkandung dalam pepaya dapat digunakan untuk mengurangi gangguan jantung, obat anti-amuba, dan obat peluruh kencing.
Masih menurut Villegas, ahli pepaya dari Institute of Plant Breeding, University of the Philippines at Los Banos (UPLB), di beberapa negara pepaya ditanam di perkebunan besar untuk diekstrak papain-nya, yaitu suatu enzim proteolitik yang terdapat dalam getahnya yang disadap dari buah mudanya.
Papin memiliki beberapa manfaat dalam industri minuman, makanan dan obat-obatan, pada bir penawar rasa dingin, pengempuk daging, ramuan obat penyembuh pencernaan, serta obat luka kelemayuh. Selain itu, dapat juga untuk merendam kulit, menghilangkan perekat pada sutra, dan melembutkan wol. Kita juga sering melihat penjual sate yang membungkus daging mentahnya dengan daun pepaya agar menjadi lebih empuk
Khasiat dan Kandungan Gizi
Tempe
Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain. Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur. Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis. Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut). Mutu gizi tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe. Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita. Asam Lemak Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya. Dalam proses itu asam palmitat dan asam linoleat sedikit mengalami penurunan, sedangkan kenaikan terjadi pada asam oleat dan linolenat (asam linolenat tidak terdapat pada kedelai). Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh. Vitamin Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin). Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Kenaikan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe; vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae dan Citrobacter freundii. Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya. Mineral Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, dan zink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe. Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh. Antioksidan Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas. Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium. Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini. Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.
Pisang Pisang mampu dengan mudah diserap tubuh dan mengembalikan energi puncak mereka. Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut: • Kalori 99 kalori • Protein 1,2 gram • Lemak 0,2 gram • Karbohidrat 25,8 miligram (mg) • Serat 0,7 gram • Kalsium 8 mg • Fosfor 28 mg • Besi 0,5 mg • Vitamin A 44 RE • Vitamin B 0,08 mg • Vitamin C 3 mg • Air 72 gram. Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri dari mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak, dan lain-lain, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya. Pilihlah pisang yang sudah matang, yang kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning, sebab ini akan mudah dicerna, dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorbsi ke dalam peredaran darah, pisang yang mentah akan sulit dicerna. Berbagai Manfaat Pisang: • Sumber Kekuatan Tenaga Buah pisang dengan mudah dapat dicerna, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot, dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah. • Manfaat Untuk Ibu Hamil Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori. • Manfaat Bagi Penderita Anemia Dua buah pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi. • Manfaat Bagi Penyakit Usus Dan Perut Pisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalam segelas susu cair) dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan cholik untuk menetralkan keasaman lambung. Sebuah pisang dihidangkan sebagai pertahanan terhadap inflamasi karena Vitamin C dapat secara cepat diproses. Ia mentransformasikan bacillus berbahaya menjadi bacillus yang bersahabat. Dengan demikian, keduanya akan tertolong. Pure pisang ataupun krim pisang (seperti untuk makanan bayi), dapat dikonsumsi oleh pasien yang menderita diare. • Manfaat Bagi Penderita Lever Penderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu, akan menambah nafsu makan dan membuat kuat. • Manfaat Bagi Luka Bakar Daun pisang dapat digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles, campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit. • Manfaat Bagi Diabetes Pada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara), jenis pisang goroho yakni pisang khas daerah setempat, merupakan makanan tambahan / pokok bagi orang yang menderita penyakit gula / diabetes melitus, terutama buah pisang goroho yang belum matang, kemudian dikukus dan dicampur kelapa parut muda. Khasiat Lainnya Dalam “Medicinal Uses of Bananas” menyebutkan, bahwa pisang mempunyai manfaat dalam penyembuhan anemia, menurunkan tekanan darah, tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu diet, kulit pisang dapat digunakan sebagai krim anti nyamuk, membantu sistem syaraf, dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin, stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman. Tanaman pisang secara genetis dapat menghasilkan vaksin yang murah dan sebagai alternatif untuk pertahanan anak dari serangan penyakit. Para peneliti sedang mencoba dari pisang untuk memproduksi antigen untuk coating Virus Hepatitis B. Apabila vaksin Hepatitis B tersebut berhasil akan menjadi sangat murah. Peneliti lain mengembangkan pisang yang dapat membantu dalam melawan penyakit campak / cacar air, penyakit kuning, polio dan dipteri. Saat ini, peneliti telah mencoba pada relawan, di mana diperlihatkan 10 persen tekanan darah turun dengan mengonsumsi dua buah pisang setiap hari. Pepaya Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexico dan Costa Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi. Komposisi yang terkandung dalam buah ini adalah: Kandungan buah pepaya masak (100 gr) - Kalori 46 kal - Vitamin A 365 SI - Vitamin B1 0,04 mg - Vitamin C 78 mg - Kalsium 23 mg - Hidrat Arang 12,2 gram - Fosfor 12 mg - Besi 1,7 mg - Protein 0,5 mg - Air 86,7 gram Kandungan buah Pepaya Muda (100 gr) - Kalori 26 kalori. - Lemak 0,1 gram - Protein 2,1 gram - Hidrat Arang 4,9 gram - Kalsium 50 mg - Fosfor 16 mg - Besi 0,4 mg - Vitamin A 50 SI - Vitamin B1 0,02 mg - Vitamin C 19 mg - Air 92,4 gram Disamping itu buah pepaya juga mengandung unsur antibiotik, yang dapat digunakan untuk pengobatan tanpa ada efek sampingannya. Buah Pepaya juga mengandung unsur yang dapat membuat pencernaan makanan lebih sempurna, disamping memiliki daya yang dapat membuat air seni bereaksi asam, yang secara ilmiah disebut zat caricaksantin dan violaksantin. Menurut VN Villegas dalam tulisannya yang dimuat Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang Dapat Dimakan, sekitar 60 persen buah pepaya yang masak dapat dimakan. Setiap 100 gram pepaya rata-rata mengandung: • 86,6 gram air • 0,5 gram protein • 0,3 gram lemak • 12,1 gram karbohidrat • 0,7 gram serat • 0,5 gram abu • 34 miligram kalsium • 11 miligram fosfor • satu miligram besi • tiga miligram kalium • 450 miligram vitamin A • 74 miligram vitamin C • 0,03 miligram tiamina • 0,5 miligram niasina • 0,04 miligram riboflavin. • Nilai energinya 200 kJ/100 gram kandungan gula utamanya adalah: sukrosa (48,3 persen) glukosa (29,8 persen) fruktosa (21,9 persen). Selain sebagai buah matang yang bisa diperoleh sepanjang tahun, pepaya juga digunakan untuk bahan rujak, minuman penyegar, agar-agar, selai, kue, dan buah beku. Di Jawa, bunga pepaya juga banyak dijadikan manisan dan daun mudanya untuk lauk atau jamu. Karpaina, semacam alkaloid yang terkandung dalam pepaya dapat digunakan untuk mengurangi gangguan jantung, obat anti-amuba, dan obat peluruh kencing. Masih menurut Villegas, ahli pepaya dari Institute of Plant Breeding, University of the Philippines at Los Banos (UPLB), di beberapa negara pepaya ditanam di perkebunan besar untuk diekstrak papain-nya, yaitu suatu enzim proteolitik yang terdapat dalam getahnya yang disadap dari buah mudanya. Papin memiliki beberapa manfaat dalam industri minuman, makanan dan obat-obatan, pada bir penawar rasa dingin, pengempuk daging, ramuan obat penyembuh pencernaan, serta obat luka kelemayuh. Selain itu, dapat juga untuk merendam kulit, menghilangkan perekat pada sutra, dan melembutkan wol. Kita juga sering melihat penjual sate yang membungkus daging mentahnya dengan daun pepaya agar menjadi lebih empuk.
Tempe
Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain.
Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.
Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.
Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut).
Mutu gizi tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe.
Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.
Asam Lemak
Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya.
Dalam proses itu asam palmitat dan asam linoleat sedikit mengalami penurunan, sedangkan kenaikan terjadi pada asam oleat dan linolenat (asam linolenat tidak terdapat pada kedelai). Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.
Vitamin
Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).
Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Kenaikan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe; vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae dan Citrobacter freundii.
Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.
Mineral
Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, dan zink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe.
Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.
Antioksidan
Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.
Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium.
Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini.
Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.<br />
Pisang
Pisang mampu dengan mudah diserap tubuh dan mengembalikan energi puncak mereka. Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut:
• Kalori 99 kalori
• Protein 1,2 gram
• Lemak 0,2 gram
• Karbohidrat 25,8 miligram (mg)
• Serat 0,7 gram
• Kalsium 8 mg
• Fosfor 28 mg
• Besi 0,5 mg
• Vitamin A 44 RE
• Vitamin B 0,08 mg
• Vitamin C 3 mg
• Air 72 gram.
Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri dari mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak, dan lain-lain, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya.
Pilihlah pisang yang sudah matang, yang kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning, sebab ini akan mudah dicerna, dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorbsi ke dalam peredaran darah, pisang yang mentah akan sulit dicerna.
Berbagai Manfaat Pisang:
• Sumber Kekuatan Tenaga
Buah pisang dengan mudah dapat dicerna, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot, dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.
• Manfaat Untuk Ibu Hamil
Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.
• Manfaat Bagi Penderita Anemia
Dua buah pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi.
• Manfaat Bagi Penyakit Usus Dan Perut
Pisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalam segelas susu cair) dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan cholik untuk menetralkan keasaman lambung.
Sebuah pisang dihidangkan sebagai pertahanan terhadap inflamasi karena Vitamin C dapat secara cepat diproses. Ia mentransformasikan bacillus berbahaya menjadi bacillus yang bersahabat. Dengan demikian, keduanya akan tertolong.
Pure pisang ataupun krim pisang (seperti untuk makanan bayi), dapat dikonsumsi oleh pasien yang menderita diare.
• Manfaat Bagi Penderita Lever
Penderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu, akan menambah nafsu makan dan membuat kuat.
• Manfaat Bagi Luka Bakar
Daun pisang dapat digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles, campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit.
• Manfaat Bagi Diabetes
Pada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara), jenis pisang goroho yakni pisang khas daerah setempat, merupakan makanan tambahan / pokok bagi orang yang menderita penyakit gula / diabetes melitus, terutama buah pisang goroho yang belum matang, kemudian dikukus dan dicampur kelapa parut muda.
Khasiat Lainnya
Dalam “Medicinal Uses of Bananas” menyebutkan, bahwa pisang mempunyai manfaat dalam penyembuhan anemia, menurunkan tekanan darah, tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu diet, kulit pisang dapat digunakan sebagai krim anti nyamuk, membantu sistem syaraf, dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin, stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman.
Tanaman pisang secara genetis dapat menghasilkan vaksin yang murah dan sebagai alternatif untuk pertahanan anak dari serangan penyakit. Para peneliti sedang mencoba dari pisang untuk memproduksi antigen untuk coating Virus Hepatitis B. Apabila vaksin Hepatitis B tersebut berhasil akan menjadi sangat murah.
Peneliti lain mengembangkan pisang yang dapat membantu dalam melawan penyakit campak / cacar air, penyakit kuning, polio dan dipteri. Saat ini, peneliti telah mencoba pada relawan, di mana diperlihatkan 10 persen tekanan darah turun dengan mengonsumsi dua buah pisang setiap hari.
Pepaya
Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexico dan Costa Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi.
Komposisi yang terkandung dalam buah ini adalah:
Kandungan buah pepaya masak (100 gr)
- Kalori 46 kal
- Vitamin A 365 SI
- Vitamin B1 0,04 mg
- Vitamin C 78 mg
- Kalsium 23 mg
- Hidrat Arang 12,2 gram
- Fosfor 12 mg
- Besi 1,7 mg
- Protein 0,5 mg
- Air 86,7 gram
Kandungan buah Pepaya Muda (100 gr)
- Kalori 26 kalori.
- Lemak 0,1 gram
- Protein 2,1 gram
- Hidrat Arang 4,9 gram
- Kalsium 50 mg
- Fosfor 16 mg
- Besi 0,4 mg
- Vitamin A 50 SI
- Vitamin B1 0,02 mg
- Vitamin C 19 mg
- Air 92,4 gram
Disamping itu buah pepaya juga mengandung unsur antibiotik, yang dapat digunakan untuk pengobatan tanpa ada efek sampingannya. Buah Pepaya juga mengandung unsur yang dapat membuat pencernaan makanan lebih sempurna, disamping memiliki daya yang dapat membuat air seni bereaksi asam, yang secara ilmiah disebut zat caricaksantin dan violaksantin.
Menurut VN Villegas dalam tulisannya yang dimuat Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang Dapat Dimakan, sekitar 60 persen buah pepaya yang masak dapat dimakan. Setiap 100 gram pepaya rata-rata mengandung:
• 86,6 gram air
• 0,5 gram protein
• 0,3 gram lemak
• 12,1 gram karbohidrat
• 0,7 gram serat
• 0,5 gram abu
• 34 miligram kalsium
• 11 miligram fosfor
• satu miligram besi
• tiga miligram kalium
• 450 miligram vitamin A
• 74 miligram vitamin C
• 0,03 miligram tiamina
• 0,5 miligram niasina
• 0,04 miligram riboflavin.
• Nilai energinya 200 kJ/100 gram
kandungan gula utamanya adalah:
sukrosa (48,3 persen)
glukosa (29,8 persen)
fruktosa (21,9 persen).
Selain sebagai buah matang yang bisa diperoleh sepanjang tahun, pepaya juga digunakan untuk bahan rujak, minuman penyegar, agar-agar, selai, kue, dan buah beku. Di Jawa, bunga pepaya juga banyak dijadikan manisan dan daun mudanya untuk lauk atau jamu. Karpaina, semacam alkaloid yang terkandung dalam pepaya dapat digunakan untuk mengurangi gangguan jantung, obat anti-amuba, dan obat peluruh kencing.
Masih menurut Villegas, ahli pepaya dari Institute of Plant Breeding, University of the Philippines at Los Banos (UPLB), di beberapa negara pepaya ditanam di perkebunan besar untuk diekstrak papain-nya, yaitu suatu enzim proteolitik yang terdapat dalam getahnya yang disadap dari buah mudanya.
Papin memiliki beberapa manfaat dalam industri minuman, makanan dan obat-obatan, pada bir penawar rasa dingin, pengempuk daging, ramuan obat penyembuh pencernaan, serta obat luka kelemayuh. Selain itu, dapat juga untuk merendam kulit, menghilangkan perekat pada sutra, dan melembutkan wol. Kita juga sering melihat penjual sate yang membungkus daging mentahnya dengan daun pepaya agar menjadi lebih empuk
Khasiat dan Kandungan Gizi
Tempe
Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain. Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur. Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis. Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut). Mutu gizi tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe. Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita. Asam Lemak Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya. Dalam proses itu asam palmitat dan asam linoleat sedikit mengalami penurunan, sedangkan kenaikan terjadi pada asam oleat dan linolenat (asam linolenat tidak terdapat pada kedelai). Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh. Vitamin Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin). Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Kenaikan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe; vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae dan Citrobacter freundii. Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya. Mineral Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, dan zink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe. Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh. Antioksidan Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas. Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium. Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini. Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.
Pisang Pisang mampu dengan mudah diserap tubuh dan mengembalikan energi puncak mereka. Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut: • Kalori 99 kalori • Protein 1,2 gram • Lemak 0,2 gram • Karbohidrat 25,8 miligram (mg) • Serat 0,7 gram • Kalsium 8 mg • Fosfor 28 mg • Besi 0,5 mg • Vitamin A 44 RE • Vitamin B 0,08 mg • Vitamin C 3 mg • Air 72 gram. Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri dari mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak, dan lain-lain, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya. Pilihlah pisang yang sudah matang, yang kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning, sebab ini akan mudah dicerna, dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorbsi ke dalam peredaran darah, pisang yang mentah akan sulit dicerna. Berbagai Manfaat Pisang: • Sumber Kekuatan Tenaga Buah pisang dengan mudah dapat dicerna, gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot, dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah. • Manfaat Untuk Ibu Hamil Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori. • Manfaat Bagi Penderita Anemia Dua buah pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup, karena mengandung Fe (zat besi) tinggi. • Manfaat Bagi Penyakit Usus Dan Perut Pisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalam segelas susu cair) dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan cholik untuk menetralkan keasaman lambung. Sebuah pisang dihidangkan sebagai pertahanan terhadap inflamasi karena Vitamin C dapat secara cepat diproses. Ia mentransformasikan bacillus berbahaya menjadi bacillus yang bersahabat. Dengan demikian, keduanya akan tertolong. Pure pisang ataupun krim pisang (seperti untuk makanan bayi), dapat dikonsumsi oleh pasien yang menderita diare. • Manfaat Bagi Penderita Lever Penderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu, akan menambah nafsu makan dan membuat kuat. • Manfaat Bagi Luka Bakar Daun pisang dapat digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles, campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit. • Manfaat Bagi Diabetes Pada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara), jenis pisang goroho yakni pisang khas daerah setempat, merupakan makanan tambahan / pokok bagi orang yang menderita penyakit gula / diabetes melitus, terutama buah pisang goroho yang belum matang, kemudian dikukus dan dicampur kelapa parut muda. Khasiat Lainnya Dalam “Medicinal Uses of Bananas” menyebutkan, bahwa pisang mempunyai manfaat dalam penyembuhan anemia, menurunkan tekanan darah, tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu diet, kulit pisang dapat digunakan sebagai krim anti nyamuk, membantu sistem syaraf, dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin, stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman. Tanaman pisang secara genetis dapat menghasilkan vaksin yang murah dan sebagai alternatif untuk pertahanan anak dari serangan penyakit. Para peneliti sedang mencoba dari pisang untuk memproduksi antigen untuk coating Virus Hepatitis B. Apabila vaksin Hepatitis B tersebut berhasil akan menjadi sangat murah. Peneliti lain mengembangkan pisang yang dapat membantu dalam melawan penyakit campak / cacar air, penyakit kuning, polio dan dipteri. Saat ini, peneliti telah mencoba pada relawan, di mana diperlihatkan 10 persen tekanan darah turun dengan mengonsumsi dua buah pisang setiap hari. Pepaya Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexico dan Costa Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi. Komposisi yang terkandung dalam buah ini adalah: Kandungan buah pepaya masak (100 gr) - Kalori 46 kal - Vitamin A 365 SI - Vitamin B1 0,04 mg - Vitamin C 78 mg - Kalsium 23 mg - Hidrat Arang 12,2 gram - Fosfor 12 mg - Besi 1,7 mg - Protein 0,5 mg - Air 86,7 gram Kandungan buah Pepaya Muda (100 gr) - Kalori 26 kalori. - Lemak 0,1 gram - Protein 2,1 gram - Hidrat Arang 4,9 gram - Kalsium 50 mg - Fosfor 16 mg - Besi 0,4 mg - Vitamin A 50 SI - Vitamin B1 0,02 mg - Vitamin C 19 mg - Air 92,4 gram Disamping itu buah pepaya juga mengandung unsur antibiotik, yang dapat digunakan untuk pengobatan tanpa ada efek sampingannya. Buah Pepaya juga mengandung unsur yang dapat membuat pencernaan makanan lebih sempurna, disamping memiliki daya yang dapat membuat air seni bereaksi asam, yang secara ilmiah disebut zat caricaksantin dan violaksantin. Menurut VN Villegas dalam tulisannya yang dimuat Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang Dapat Dimakan, sekitar 60 persen buah pepaya yang masak dapat dimakan. Setiap 100 gram pepaya rata-rata mengandung: • 86,6 gram air • 0,5 gram protein • 0,3 gram lemak • 12,1 gram karbohidrat • 0,7 gram serat • 0,5 gram abu • 34 miligram kalsium • 11 miligram fosfor • satu miligram besi • tiga miligram kalium • 450 miligram vitamin A • 74 miligram vitamin C • 0,03 miligram tiamina • 0,5 miligram niasina • 0,04 miligram riboflavin. • Nilai energinya 200 kJ/100 gram kandungan gula utamanya adalah: sukrosa (48,3 persen) glukosa (29,8 persen) fruktosa (21,9 persen). Selain sebagai buah matang yang bisa diperoleh sepanjang tahun, pepaya juga digunakan untuk bahan rujak, minuman penyegar, agar-agar, selai, kue, dan buah beku. Di Jawa, bunga pepaya juga banyak dijadikan manisan dan daun mudanya untuk lauk atau jamu. Karpaina, semacam alkaloid yang terkandung dalam pepaya dapat digunakan untuk mengurangi gangguan jantung, obat anti-amuba, dan obat peluruh kencing. Masih menurut Villegas, ahli pepaya dari Institute of Plant Breeding, University of the Philippines at Los Banos (UPLB), di beberapa negara pepaya ditanam di perkebunan besar untuk diekstrak papain-nya, yaitu suatu enzim proteolitik yang terdapat dalam getahnya yang disadap dari buah mudanya. Papin memiliki beberapa manfaat dalam industri minuman, makanan dan obat-obatan, pada bir penawar rasa dingin, pengempuk daging, ramuan obat penyembuh pencernaan, serta obat luka kelemayuh. Selain itu, dapat juga untuk merendam kulit, menghilangkan perekat pada sutra, dan melembutkan wol. Kita juga sering melihat penjual sate yang membungkus daging mentahnya dengan daun pepaya agar menjadi lebih empuk.
PENGERTIAN HORMON
Adalah Pembawa pesan yang berupa agen kimia yang mengkoordinasi sebagai organ pada organisme multiseluler.
Hormon dihasilkan oleh kelenjar Endokrin dalam jumlah sedikit langsung disekresikan ke sistem sirkulasi.
KLASIFIKASI HORMON Berdasarkan senyawa kimia penyusunnya ada 3 kelompok:
1. Hormon-hormon yang berasal dari asam amino Yaitu: hormon tiroid, epinefrin, nonepinefrin, serotonin,dll 2. Hormon-hormon yang tersusun atas polipeptida Yaitu: Insulin, glukagon, hormon antidiuretik, parathormon, prolaktin,dll 3. Hormon-hormon steroid Yaitu: Estrogen, progesteron, testosteron,dll MEKANISME KERJA HORMON
1. Sel mengandung reseptor bagi hormon dalam membran plasma
2. Penggabungan hormon dengan reseptornya dalam membran plasma dapat merangsang siklase adenil yang juga terdapat dalam membran plasma
3. Peningkatan aktivitas siklase adenil menyebabkan meningkatnya jumlah AMP siklik dalam sel
4. AMP siklik bekerja dalam sel untuk mengubah kecepatan satu atau beberapa proses Digambarkan mekanisme kerja hormon serta peranan AMP siklik sebagai berikut: Adanya rangsangan dari luar maupun dari dalam menyebabkan kelenjar endokrin memproduksi dan mengeluarkan hormon ke dalam plasma darah. Setelah sampai pada sel yang menjadi tujuan, hormon bergabung dengan reseptor dan meningkatkan aktivitas adenil siklase yang terdapat pada membran. Aktivitas adenil siklase yang meningkat ini menyebabkan peningkatan pembentukan AMP siklik yang terdapat dalam plasma sel yang dapat mengubah proses di dalam sel tersebut, misalnya aktivitas enzim, permeabilitas membran dan sebagainya. Keseluruhan proses yang berubah ini dapat terwujud dalam tindakan sebagai jawaban fisiologik atau usaha yang dilakukan oleh manusia. Proses yang bersifat hormonal ini terdiri atas dua tahap, yaitu tahap pertama pembentukan hormon sampai tiba pada dinding sel atau plasma, sedangkan tahap kedua adalah peningkatan jumlah AMP siklik hingga terjadinya pertumbuhan atas proses dalam sel.
ORGANISASI KERJA HORMON DI TUBUH MANUSIA Kerja sistem endokrin dikendalikan oleh hipotalamus, yaitu suatu organ tubuh yang terletak di bawah otak sebesar biji kacang yang mempunyai sistem saraf tertentu. Hipotalamus mempengaruhi kelenjar pituitari atau hipofisis yang dapat mengeluarkan beberapa macam hormon. Sebagian dari hormon tersebut dapat merangsang kelenjar lain untuk mengeluarkan hormon tertentu. Pengaruh hipotalamus terhadap sistem endokrin dapat digambarkan sebagai berikut: Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelenjar pituitari, yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untu mensekresikan hormonnya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.
KELENJAR TIROID Kelenjar tiroid terletak di bagian anterior leher dari dua lobus Kelenjar Tiroid menghasilkan • Tiroksin • Triidotionin Keduanya dalah hormone iodine yang mengandung asam amino tirosin. Fungsi utama adalah mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan yang normal dan penting peranannya pada metabolism energy. • Kalsitonin Suatu hormone polipeptida yang menghambat resorbsi tulang. Proses sintesis hormone-hormon tiroksin dan triidotironin adalah sebagai berikut: 1. Pengambilan iodine oleh kelenjar tiroid 2. Oksidasi iodide dan iodinasi (penempelan iod) pada residu tirosin pada tiroglobulin (suatu glikogen) 3. Perubahan residu iodotirosin menjadi tirosin iodotironin 4. Pemecahan protein pada tiroglobulin dan pembebasan hormone tiroid ke dalam darah 5. Pengubahan tiroksin menjadi triidotironin pada jaringan perifer (missal: hati dan ginjal)
TIROKSIN Kelenjar tiroid mensekresi dua hormone khusus L-tiroksin dan L-triiodotiroin. Seperti adrenalin, kedua hormone ini disingkat sebagai T4 dan T3, yang merupakan turunan dari tiroksin . Hormon-hormon tiroid dibuat sebagai respon terhadap isyarat yang diterima oleh hipotalamus, yang mensekresikan hormone-hormon pelepas tirotropin. Selain senyawa penghambat terhadap pelepasan tirotropin. 1. Cara Kerja Hormon pelepas tirotropin merangsang pituitary anterior untuk mensekresi tirotropin ke dalam darah, tirotropin ke dalam darah, tirotropin berikatan dengan reseptornya pada sel-sel kelenjar tiroid dan merangsang sel-sel untuk menghasilkan hormone tiroid. 2. Nama hormone yang dihasilakan • 3,5,3 – Triyodotironin (T3) • 3, 5, 3, 5 – Tetroyodotironin (tiroksin,T4) 3. Biosintesis a. Mengambil iodine oleh kelenjar b. Oksidasi Iodide dan Iodinasi residu tirosin dalam tiroglobulin c. Konversi residu Iodotirosin menjadi residu Iodotironin d. Pretweolisis tiroglobulin dan pembebasan hormon tiroksin ke tanah e. Konversi tiroksin menjadi Triyodotironin pada jaringan perifer 4. Fungsi a. Mengatur ekspresi gen b. Differensiasi jaringan c. Perkembangan umum 5. Gangguan • Kelebihan : Hipertiroidisme Penyakit Goiter (pembesaran tiroid) • Kekurangan : Hipotiroidisme
KELENJAR PARATIROID Kelenjar paratiroid melekat pada kelenjar tiroid Menghasilkan 3 macam hormon:
A. HORMON PARATIROID 1.Biosintesis a. Awalnya disintesis sebagai prepro-PTH dengan 115 asam amino b. Mengalami proteolitik (pemotngan asam amino) sebanyak 25 asam amino setelah 1 atau 2 menit disintesis sehingga menjadi pro-PTH dengan 90 asam amino c. Pro-PTH ditransfer ke sisterna RE dan hidup selama 15-20 menit d. Pro-PTH ditransfer ke aparat golgi dan dipotong 6 asam aminonya dan terbentuklah PTH dengan 84 asam amino e. PTH dikemas dalam granula sekretori dan dibebaskan ke sistem sirkulasi. 2.Fungsi • Kerja pada tulang PTH mendorong pelepasan Ca2+ dari tulang sehingga kadar Ca2+ dalam darah dapat dipertahankan • Kerja pada ginjal PTH mendorong penyerapan Ca2+ dan Mg 2+ pada tubulus ginjal dan mendorong pembuangan fosfor dan K+ oleh ginjal • Pengaruh pada saluran pencernaan PTH meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfat pada saluran pencernaan dan menurunkan transport kalsium ke susu dan air ludah 3. Gangguan • Hiperparatiroidisme (kelebihan PTH) Dapat menyebabkan osteitis fibrosa (semacam rapuh tulang) yang sering menyerang wanita • Hipoparatiroidisme (kekurangan PTH) Dapat menyebabkan gejala seperti tetanus yaitu kejang-kejang
B. KALSITONIN Kerja hormon Kalsitonin berlawanan dengan kerja PTH, yaitu: Mempetahankan Ca2+ yang terdapat pada tulang. Biosintesis kalsitonin tidak diketahui secara jelas.
C. VITAMIN Dua bahan yang larut dalam lemak, yaitu kolekalsiferol dan kalsiferol. 1. Mekanisme Kerja Meningkatkan perombakan Ca2+ pada tulang, meningkatkan penyerapan Ca2+ oleh usus dan menurunkan pengeluaran Ca2+ oleh ginjal. Prekursor yag berupa 7- dehidrokolesterol yang terdapat di kulit apabila terkena cahaya matahari (khususnya UV) akan berubah menjadi vitamin D3 (kolikalsiferol) di darah. Kolekalsiferol akan dihidroksilasi di mikrosim sel-sel hati dan dengan bantuan NADPH dan O2 akan berubah menjadi hidroksikolekaliferol. Hidroksikolekaliferol akan dihidroksilasi lebih lanjut pada mitokondria ginjal dan dengan bantuan NADPH dan O2 berubah menjadi hidroksikolekaliferol. Selanjutnya senyawa ini meningkatkan perombakan tulang dan pembentukan protein pengikat Ca2+ pada mukosa. 2. Gangguan Kekurangan vitamin D dalam jangka waktu yag lama akan menyebabkan sedikitnya Ca2+ yang terdapat pada darah.Dengan demikian pasokan Ca2+ untuk tulang akan berkurang, tulang yang terbentuk jadi lemah dan kondisi ini disebut rakhitis. Kelebihan Ca2+ juga berakibat tidak baik, akan terlihat gejala lemah, lelah, mual, dan diare. Dalam jangka waktu lama akan menyebabkan deposisi Ca2+ pada ginjal, pembuluh darah dan lain-lain.
KELENJAR PANKREAS 1. GLUKAGON Adalah polipeptida berantai tunggal (BM 3485) yang terdiri atas 29 asam amino glukagon tidak mengandung residu sistein dan jadi tidak memiliki ikatan disulfida. Glukagon sama-sama memiliki sifat imunologik dan fisiologik dengan enteroglukagon, peptida yang diekstrasi dari mukosa duodenum dan 14 dari 27 residu asam amino sekretin identik dengan yang terkandung dalam glukagon dihasilkan / disekresi oleh pankreas pada bagian pulau langerhans oleh sel-sel α. 1. Fungsi a. Mendorong peningkatan konsentrasi glukosa darah b. Meningkatkan kecepatan transkripsi mRNA dari gen PEPCK c. Meningkatkan kadar cAMP sel adiposa 2. Mekanisme Kerja Glukosa tiba dipermukaan sel hati, dimana hormon ini melekat pada reseptor adrenalin yang spesifik. Pengikat glukagon, yang sesungguhnya tidak pernah memasuki sel, menyebabkan perubahan pada protein reseptor. Akan tetapi perubahan itu disalurkan melalui membran dan mengaktifkan adenilat siklase yang terikat pada permukaan dalam membran sel. Bentuk aktif yaitu adenilaf siklase sekarang mengubah ATP menjadi AMP siklik pembawa pesan kedua yang dengan cepat mencapai konsentrasi puncak, sebaliknya AMP siklik berikatan dengan sub unit pengatur protein kinase menyebabkan bagian katalisisnya menjadi bentuk aktifnya. Protein kinase yang sudah aktif kemudian mengkatalisis fosforilasi bentuk tidak aktif dari bentuk defosfo dari fosforilase kinase dengan menggunakan ATP untuk menghasilkan bentuk aktif / bentuk fosfornya, fosforilasi kinase aktif yang membutuhkan Ca2+ untuk kegiatannya, kemudian mengkatalisis fosforilasi α yang aktif. Fosforilasi α aktif ini kemudian mengkatalisis penguraian glikogen dengan kecepatan tinggi untuk menghasilkan glukosa 1- fosfat, selanjutnya 6- fosfat dan glukosa darah bebas. 3. Biosintesis dan Metabolisme Glukogen disintesis terutama dalam sel A pulau pankreas meskipun sejumlah bermakna dapat berasal dari tempat-tempat lain di dalam tratus gastrointestinal glukagon disintesis sebagai prekursor proglukagen yang jauh lebih besar (BM kira-kira 9000). Glukagen beredar di dalam plasma, dalam bentuk bebas. Karena dia tidak berikatan dengan protein pengankut waktu paruhnya sangat pendek (kira-kira 5 menit). Glukagen diinaktivasi dalam hati yang memiliki enzim yang mengankat 2 asam amino pertama dari N terminal dengan membelah antara Ser 2 Gln. Karena hati merupakan tempat berhenti pertama setelah glukagon disekresi dan karena hati dengan cepat menginaktivasi hormon kadar glukagn dalam vena porta jauh lebih tinggidari P dalam sirklasi tepi. 4. Rangkaian asam amino Glukagen Seperti juga insulin glukogen dibentuk dari prekursor biosintetik yang tidak aktif (proglukagen dan peproglukagen). Hormon yang terakhir ini dilengkapi dengan polipeptida penyambung isyarat di ujung terminad amino yang nanti dilepaskan dalam 2 tahap untuk menghasilkan hormon aktifnya. 5. Efek fisiologis Kelebihan : Sekresi Glukagen yang erlebihan adalah dapat menyebabkan diabetes yang berat selain itu hiperglikemia persisten yang dijumpai pada diabetes. Produksi bendaketon yang erlebihan pada diabetes, bak dilewati mobilisasi asam lemk bebas dari jringan lemak maupun pemacuan langsung terhadap produksi benda keton dalam hati. 2. INSULIN Dihasilkan oleh Pankreas 1. Fungsi • Menurunkan kadar glukosa darah • Memacu sintesis glikogen lemak dan protein 2. Biosintesis Insulin disintesis dalam sel β dari pulau-pulau langerhans dalam pankreas. Untuk mensintesis insulin yang disintesis terlebih dulu adalah prekursor yang disebut prohormon terdapat 2 bentuk prohormon insulin yang terdiri atas polipeptida tunggal yang lebih besar dari pada produk akhirnya, insulin. Prokursor pertama, “proproinsulin” berfungsi membwa hormon dari ribosom ke granula sekretorik dan kemudian diubah menjadi prohormon kedua, “ proinsulin”. Proinsulin kemudian diubah menjadi insulin hormon yang aktif dengan pelepasan segmen dalam yang cukup besar dari rantai polipeptida sehingga selain insulin inuin juga dilepaskan segmen yng disebut peptid C. Insulin yang dihasilkan mengandung 2 rantai polipeptida terpisah yang dihubungkan scara kovalen oleh ikatan disulfida. 3. Mekanisme Kerja Kadar glukosa yang tinggi dalam sirkulasi memacu pelepasan insulin dari pankreas insulin dalam sirkulasi mempermudah difusi glukosa ke dalam sel otot dan adiposit mempercepat penggunaan glukosa pada jaringan-jaringan ini insulin bekerja dengan berikatan pada reseptor spesifik membran plasma sel sasarannya. Insulin yang mempengaruhi besar terhadap metabolisme glukosa dalam hati yang berlangsung sesudah glukosa berdifusi melewati membran sel dengan menginduksi sintesis glukoninase spesifik. Enzim ini mempunyai Km untuk glukosa jauh lebih tinggi dibanding helesokinase hati yang non spesifik, dengan demikian terutama berfungsi pada saat kadar glukosa dalam sirkulasi meningkat. Insulin juga mempercepat sintesis glikogen dan menurunkan aktivitas enzim-enzim glukoneogenik, terutama glukosa 6-fosfarase pengaruh insulin adalah menghentikan pengeluaran glukosa oleh hati dan memacu penimbunan glikogen
KELENJAR ADRENAL A. MEDULA ADRENALIN / EPINEFRIN dan NONADRENALIN / NONEPINEFRIN Dihasilkan oleh medulla adrenal 1. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar medulla adrenal diturunkan dari tiroksin melalui 3,4 – dihidroksifenilalanin (dopa). Peratara lain dalam perubahan ini 3,4 – dihidroksifenilalanin, biasanya disebut dopamine, juga merupakan senyawa serupa hormon. 2. Biosintesis a. Transkripsi gen pengkode epinefrin dan nonepinefrin b. Translasi RNAd epinefrin dan nonepinefrin c. Pemrosesan menjadi epinefrin dan nonepinefrin fungsional 3. Fungsi Adrenalin atau Epinefrin: a. Menyiapkan tubuh dalam situasi “Waspada” b. Merangsang pemecahan glikogen menjadi glukosa darah (bahan bakar untuk gerakan otot anaerob) c. Menghambat pembebasan insulin d. Meningkatkan penyempitan arteri di kulit dan pelebaran arteri di otot e. Merangsang pembentukan ATP glikolitik (mendorong pemecahan anaerob glikogen pada otot kerangka menjadi laktat melalui proses glikolisis) Fungsi Nonadrenalin atau Nonepinefrin: a. Menyiapkan tubuh situasi “Rilex” b. Menyebabkan pelebaran pembuluh darah c. Meningkatkan tekanan sistolik dan diastolik 4. Gangguan: a. Epinefrin • Metabolisme tinggi ( gejala Hipermetabolisme) b. Nonepinefrin • Metabolisme rendah ( gejala Hipertensi) B. KORTEKS KORTISOL Dihasilkan oleh kortek adrenal 1. Biosintesis Sintesis kartisol memerlukan tiga enzim hidroksilase yang bekerja secara berturut-turut pada posisi C-17, C-21, dan C-11. Dua reaksi pertama berlangsung cepat, sedangkan reaksi hidroksilasi C-11 berlangsung relatif lambat. Jika posisi C-21 merupakan posisi pertama yang terhidroksilasi kerja enzim 17α hidroksilase akan terhambat dan lintasan yang diikuti adalah lintasan mineral-kartikoid sehingga terbentuk kortikosteron atau aldosteron yang tergantung pada tipe selnya. 17α hidroksilase merupakan enzim reticulum endoplasma halus yang bekerja pada progesterone atau lebih sering lagi pada pregnalon 17α-hidroksiprogesteron mengalami hidroksilasi pada posisi C-21 sehingga terbentuk 11-deoksikartisol yang kemudian juga terhidroksilasi pada posisi C-11 hingga terbentuk kartisol, yaitu hormone glukokortikoid alami yang paling poten pada manusia. 21-hidroksilase merupakan enzim mitokondria. Dengan demikian steroldegenesis melibatkan gerakan ulang-aling substrat yang berkali-kali ke dalam dan keluar mitokondria dari sel fasikulata dan retikularis. 2. Fungsi Kortisol Merangsang pengubahan lemak dan protein ke metabolid-metabolid intermedian yang akhirnya di ubah menjadi glukosa. 3. Kelebihan Kortisol Kelebihan kortisol dapat menyebabkan kadar gula darah naik pada hormone glukokortikoid sering disebut sindrom custing, yaitu kehilangan pola diormal sekresi ACTH dan kortisol mereka menunjukkan hiperglikemia atau intoleransi glukosa karena peningkatan glukoneogenesis sehingga mengakibatkan penipisan kulit, atrofi otot, osteoporosis, infolusi jaringan limfoit yang luaus dan keseimbangan nitrogen yang negative larutan. 4. Kekurangan kortisol Kekurangan kortisol dapat menyebabkan penyakit Adison dimana terjadi kelelahan, kelemahan, pigmentasi kulit, dan kesukaan yang berlebihan terhadap garam. Penderita penyakit ini sangat peka terhadap stress dan infeksi.
KELENJAR GONAD A. HORMON YANG DIHASILKAN TESTIS TESTOSTERON Dihasilkan oleh kelenjar testis 1. Fungsi testosterone Memperlancar pertumbuhan rambut muka baik pria maupun wanita juga mempengaruhi system reproduksi, juga diperlukan untuk produksi sperma. Merangsang sintesis protein dalam organ asesons laki-laki dan peristiwa ini merupakan suatu efek yang disertai dengan penigkatan akumulasi total RNA seluler termasuk (RNAt, RNAm, RNAr) menyebabkan pembesaran ginjal uyang menyeluruh dan mensintesis sejumlah enzim berbagai spesies, merangsang replikasi sel pada beberapa jaringan target dengan E2 (alfa estradion) terlibat dalampembelahan sel prostat yang ekstensif dan tidak terkendali sehingga menyebabkan hipertrofi phosfat. 2. Biosintesis Testosteron Gugus keto dan C-17 direduksi menjadi hidroksil membentuk testosterone. 3. Kelebihan Testosteron Kelebihan testosterone dapat menyebabkan • Berkaitan dengan gejala ginekomastia (pembesaran payudara pria) pubertas atau pasca pubertas pada orang yang lebih tua dan penderita penyakit hati yang kronis atau hipertirodisme • Menyebabkan keluhan serta gejala estrognasi 4. Kekurangan Testosteron Menyebabkan hipergonadisme, yaitu cirri-ciri seks skunder akan gagal berkembang dan jika terjai pada orang dewasa banyak diantara cirri-ciri tersebut mengalami regresi sehingga menyebabkan feminisasi pada pria, yaitu orang laki-laki tampak punya fenotip perempuan tetapi mempunyai genotip XY. Kasus yang paling ringan hanya menunjukkan uretra pada penis dengan pada keadaan sebenarnya menyebabkan sindrom feminisasi testicular. 5. Cara kerja Testosteron Testosterone bebas memasuki sel melalui membrane plasma baik dengan proses difusi pasif maupun difusi terfasilitatif. Sel target akan menahan testosterone karena hormone tersebut teriakt pada reseptor intrasel yang spesifik ada dua macam reseptorr pada androgen (testosterone) • Bentuk a memiliki masa molekul 87 KDA • Bentuk b memiliki masa molekul 110 KDA Sitoplasma mengandung enzim 5 α reduktase yang mengubah testosterone menjadi dehidrotestosteron. Perbedaan aktivitas yang ditambah dengan kemampuan target membentuk DHT dari testosterone dapat menentukan apakah kompleks testeron-reseptor atau kompleks DHT-reseptor yang bekerja aktif, penentuan lokasi kompleks testosterone DHT-reseptor. Di dalam nucleus merupakan persyaratan bagi kerja testosterone. Pengikatan kompleks reseptor-reseptor steroid dapat melibatkan tahap aktifasi sebelumnya, dan spesifikasi dihasilkan oleh unsure respon testosterone.
B. HORMON YANG DIHASILKAN OVARIUM
1. ESTRADIOL Dihasilkan oleh ovarium 1. Fungsi β-Estradiol/estrogen - Menyebabkan perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder di awal masa remaja - Mempersiapkan indung telur untuk pembentukan telur - Turut dalam persiapan bulanan tubuh untuk kehamilan yang mungkin terjadi - Untuk mengatur ekspresi gen - Memperlambat metabolism hati sehingga senyawa estrogen bisa diberikan per oral. 2. Biosintesis Dalam ovarium seri reaksi-reaksi dari kolesterolke testosterone juga terjadi kemudian meneruskan lebih lanjut. Cincin A dioksida dalam beberapa langkah menjai cincin fenol (daerah di naungi) dengan kehilangan gugus metal bersudut pada C-19 dan perubahan gugus keton menjadi gugus hidroksi. Hasilnya 17β-Estradiol. 3. Kelebihan Estradiol Kelebihan estradiol dapat meningkatkan konsentrasi reseptor estrogen maupun progesterone 4. Kekurangan Estradiol Kekurangan estrogen akan menghilangkan hambatan pada pituitary, dan sejumlah besar hormone perangsang folikel dilepaskan ke dalam aliran darah 5. Cara kerja Estradiol Estrogen yang utama disekresikan oleh wanita adalah β-estradiol yang dibuat oleh ovarium dari testosterone, yaitu hormone seksual prima yang utama. Reseptor intraseluler yang khas untuk β-estradiol ditempatkan ke dalam sel-sel target utama, uterus, dan kelenjar susu. Reseptor estrogen disebut ekstrofilin 1 untuk mengikat molekul estrogen. Reseptor ini mengalami perubahan molecular menjadi ekstrofili 2 sebagai pembawa pesan ke 2 dalam kegiatan estrogen. Estrofilin-2 memasuki nucleus sel dan berinteraksi dengan kromatin, selanjutnya memerintah gen-gen tertentu untuk memproduksi protein-protein spesifik pada jaringan-jaringan seksual tambahan yang dirangsang. Sebagai contoh, estradiol yang diberiakn pada anak ayam menimbulkan peningkatan pada laju sintesis protein telur spesifik oleh oviduct, khususnya ovalbumin an ovovitalin. Estradiol mempersiapkan indung telur untuk pembentukan telur.
2. PROGESTERON Progesteron dihasilakn oleh kelenjar corpus luteum 1. Fungsi Progesteron - Merangsang implantasi sel telur dan biosintetik hormone selaput otak adrenal - Meneruskan persiapan uterus bagi kehamilan dan menghambat perkembangan folikel baru - Untuk menyiapkan dan mempertahankan endometrium sekretorit yang melaksanakan pemberian awal nutrisi pada plastosit berimplantasi juga untuk mempertahankan kehamilan 2. Biosintesis Perubahan dari gugus 3 – β-hidroksil ke gugus keto dan migrasi ikatan rangkap dan posisi 5,6 ke 4,5 (cincin B ke cincin A) Jalur dan kolesterol ke progesterone merupakan daerah yang dinaungi menunjukkan modifikasi struktur yang terjadi pada suatu seri reaksi. 3. Kelebihan progesterone Merangsang transkripsi gen protein putih telur species burung (avian) khususnya ovalbumin dan konalbumin 4. Kekurangan progesterone Penghentian kerja progesterone akan mengakibatkan berhentinya kehamilan.
KELENJAR GASTRIN Hormon pada saluran pencernaan, antara lain Gastrin, Sekretin, Kolesistokinin, dan Pankreozimin.
A. LAMBUNG Menghasilkan hormon Gastrin Gastrin diproduksi oleh mukosa pilorik dan terbentuknya hormone ini dirangsang oleh adanya protein dari makanan atau mungkin juga oleh asam lambung. Rangsangan mekanik berupa gerakan lambung juga dapat meningkatkan produksi gastrin. Hormon dibawa oleh darah ke sel-sel tujuan dan mengakibatkan sel-sel tersebut mengeluarkan asam HCl lebih banyak. Molekul gastrin adalah suatu heptapeptida.
B. USUS 12 JARI Menghasilkan • Sekretin • Polipeptida 33 asam amino • Polipeptida 22 asam amino • Polipeptida 43 asam amino
C. KOLON (USUS BESAR) Menghasilkan • Polipeptida 33 asam amino • Polipeptida 43 asam amino • Polipeptida 28 asam amino
D. PANKREAS Menghasilkan polipeptida 14 asam amino
E. MUKOSA USUS Menghasilkan Sekretin Sekretin adalah suatu polipeptida yang dapat diperoleh dalam bentuk Kristal. Jadi, Sekretin diproduksi oleh mukosa usus, dan diangkut oleh darah ke pancreas. Hormon ini merangsang pancreas untuk mengeluarkan cairan pankreas yang mengandung bikarbonat banyak. Kemungkinan sekretin juga merangsang aliran cairan usus dan merupakan salah satu factor yang meningkatkan sekresi empedu oleh hati. Kolesistokinin terdapat dalam ekstrak mukosa usus halus, hormone ini merangsang sekresi cairan pancreas yang mengandung banyak enzim. Hormon lin yang juga terdapat dalam mukosa usus halus bagian atas adalah pankreozimin. Pankreozimin tahan terhadap panas, tidak dapat rusak oleh asam, tetapi tidak stabil terhadap alkali. Senyawa ini dapat dipisahkan dari sekretin dalam larutan alcohol dengan jalan pengendapan sekretin oleh garam empedu dan pengendapan pankreozimin oleh penambhan NaCl hingga jenuh. Pankreozimin adalah suatu protein dan dapat diperoleh dalam keadaan murni. Molekul pankreozimin terdiri atas 33 buah asam amino. Pengeluaran hormone ini disebabkan oleh beberapa macam zat, antara lain kasein, dekstrin maltose, laktosa dan lain-lain. Apabila sekretin merangsang keluarnya cairan pancreas yang mangandung bikarbonat banyak dan hormone kolesistokinin merangsang keluarnya cairan pancreas dengan kadar enzim tinggi, maka pankreozimin merangsang keluarnya cairan pancreas dengan kadar bikarbonat maupun enzim tinggi.
Oleh
dio bekti pamungkas
Biologi 2012
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI 2010
KLASIFIKASI HORMON Berdasarkan senyawa kimia penyusunnya ada 3 kelompok:
1. Hormon-hormon yang berasal dari asam amino Yaitu: hormon tiroid, epinefrin, nonepinefrin, serotonin,dll 2. Hormon-hormon yang tersusun atas polipeptida Yaitu: Insulin, glukagon, hormon antidiuretik, parathormon, prolaktin,dll 3. Hormon-hormon steroid Yaitu: Estrogen, progesteron, testosteron,dll MEKANISME KERJA HORMON
1. Sel mengandung reseptor bagi hormon dalam membran plasma
2. Penggabungan hormon dengan reseptornya dalam membran plasma dapat merangsang siklase adenil yang juga terdapat dalam membran plasma
3. Peningkatan aktivitas siklase adenil menyebabkan meningkatnya jumlah AMP siklik dalam sel
4. AMP siklik bekerja dalam sel untuk mengubah kecepatan satu atau beberapa proses Digambarkan mekanisme kerja hormon serta peranan AMP siklik sebagai berikut: Adanya rangsangan dari luar maupun dari dalam menyebabkan kelenjar endokrin memproduksi dan mengeluarkan hormon ke dalam plasma darah. Setelah sampai pada sel yang menjadi tujuan, hormon bergabung dengan reseptor dan meningkatkan aktivitas adenil siklase yang terdapat pada membran. Aktivitas adenil siklase yang meningkat ini menyebabkan peningkatan pembentukan AMP siklik yang terdapat dalam plasma sel yang dapat mengubah proses di dalam sel tersebut, misalnya aktivitas enzim, permeabilitas membran dan sebagainya. Keseluruhan proses yang berubah ini dapat terwujud dalam tindakan sebagai jawaban fisiologik atau usaha yang dilakukan oleh manusia. Proses yang bersifat hormonal ini terdiri atas dua tahap, yaitu tahap pertama pembentukan hormon sampai tiba pada dinding sel atau plasma, sedangkan tahap kedua adalah peningkatan jumlah AMP siklik hingga terjadinya pertumbuhan atas proses dalam sel.
ORGANISASI KERJA HORMON DI TUBUH MANUSIA Kerja sistem endokrin dikendalikan oleh hipotalamus, yaitu suatu organ tubuh yang terletak di bawah otak sebesar biji kacang yang mempunyai sistem saraf tertentu. Hipotalamus mempengaruhi kelenjar pituitari atau hipofisis yang dapat mengeluarkan beberapa macam hormon. Sebagian dari hormon tersebut dapat merangsang kelenjar lain untuk mengeluarkan hormon tertentu. Pengaruh hipotalamus terhadap sistem endokrin dapat digambarkan sebagai berikut: Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelenjar pituitari, yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untu mensekresikan hormonnya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.
KELENJAR TIROID Kelenjar tiroid terletak di bagian anterior leher dari dua lobus Kelenjar Tiroid menghasilkan • Tiroksin • Triidotionin Keduanya dalah hormone iodine yang mengandung asam amino tirosin. Fungsi utama adalah mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan yang normal dan penting peranannya pada metabolism energy. • Kalsitonin Suatu hormone polipeptida yang menghambat resorbsi tulang. Proses sintesis hormone-hormon tiroksin dan triidotironin adalah sebagai berikut: 1. Pengambilan iodine oleh kelenjar tiroid 2. Oksidasi iodide dan iodinasi (penempelan iod) pada residu tirosin pada tiroglobulin (suatu glikogen) 3. Perubahan residu iodotirosin menjadi tirosin iodotironin 4. Pemecahan protein pada tiroglobulin dan pembebasan hormone tiroid ke dalam darah 5. Pengubahan tiroksin menjadi triidotironin pada jaringan perifer (missal: hati dan ginjal)
TIROKSIN Kelenjar tiroid mensekresi dua hormone khusus L-tiroksin dan L-triiodotiroin. Seperti adrenalin, kedua hormone ini disingkat sebagai T4 dan T3, yang merupakan turunan dari tiroksin . Hormon-hormon tiroid dibuat sebagai respon terhadap isyarat yang diterima oleh hipotalamus, yang mensekresikan hormone-hormon pelepas tirotropin. Selain senyawa penghambat terhadap pelepasan tirotropin. 1. Cara Kerja Hormon pelepas tirotropin merangsang pituitary anterior untuk mensekresi tirotropin ke dalam darah, tirotropin ke dalam darah, tirotropin berikatan dengan reseptornya pada sel-sel kelenjar tiroid dan merangsang sel-sel untuk menghasilkan hormone tiroid. 2. Nama hormone yang dihasilakan • 3,5,3 – Triyodotironin (T3) • 3, 5, 3, 5 – Tetroyodotironin (tiroksin,T4) 3. Biosintesis a. Mengambil iodine oleh kelenjar b. Oksidasi Iodide dan Iodinasi residu tirosin dalam tiroglobulin c. Konversi residu Iodotirosin menjadi residu Iodotironin d. Pretweolisis tiroglobulin dan pembebasan hormon tiroksin ke tanah e. Konversi tiroksin menjadi Triyodotironin pada jaringan perifer 4. Fungsi a. Mengatur ekspresi gen b. Differensiasi jaringan c. Perkembangan umum 5. Gangguan • Kelebihan : Hipertiroidisme Penyakit Goiter (pembesaran tiroid) • Kekurangan : Hipotiroidisme
KELENJAR PARATIROID Kelenjar paratiroid melekat pada kelenjar tiroid Menghasilkan 3 macam hormon:
A. HORMON PARATIROID 1.Biosintesis a. Awalnya disintesis sebagai prepro-PTH dengan 115 asam amino b. Mengalami proteolitik (pemotngan asam amino) sebanyak 25 asam amino setelah 1 atau 2 menit disintesis sehingga menjadi pro-PTH dengan 90 asam amino c. Pro-PTH ditransfer ke sisterna RE dan hidup selama 15-20 menit d. Pro-PTH ditransfer ke aparat golgi dan dipotong 6 asam aminonya dan terbentuklah PTH dengan 84 asam amino e. PTH dikemas dalam granula sekretori dan dibebaskan ke sistem sirkulasi. 2.Fungsi • Kerja pada tulang PTH mendorong pelepasan Ca2+ dari tulang sehingga kadar Ca2+ dalam darah dapat dipertahankan • Kerja pada ginjal PTH mendorong penyerapan Ca2+ dan Mg 2+ pada tubulus ginjal dan mendorong pembuangan fosfor dan K+ oleh ginjal • Pengaruh pada saluran pencernaan PTH meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfat pada saluran pencernaan dan menurunkan transport kalsium ke susu dan air ludah 3. Gangguan • Hiperparatiroidisme (kelebihan PTH) Dapat menyebabkan osteitis fibrosa (semacam rapuh tulang) yang sering menyerang wanita • Hipoparatiroidisme (kekurangan PTH) Dapat menyebabkan gejala seperti tetanus yaitu kejang-kejang
B. KALSITONIN Kerja hormon Kalsitonin berlawanan dengan kerja PTH, yaitu: Mempetahankan Ca2+ yang terdapat pada tulang. Biosintesis kalsitonin tidak diketahui secara jelas.
C. VITAMIN Dua bahan yang larut dalam lemak, yaitu kolekalsiferol dan kalsiferol. 1. Mekanisme Kerja Meningkatkan perombakan Ca2+ pada tulang, meningkatkan penyerapan Ca2+ oleh usus dan menurunkan pengeluaran Ca2+ oleh ginjal. Prekursor yag berupa 7- dehidrokolesterol yang terdapat di kulit apabila terkena cahaya matahari (khususnya UV) akan berubah menjadi vitamin D3 (kolikalsiferol) di darah. Kolekalsiferol akan dihidroksilasi di mikrosim sel-sel hati dan dengan bantuan NADPH dan O2 akan berubah menjadi hidroksikolekaliferol. Hidroksikolekaliferol akan dihidroksilasi lebih lanjut pada mitokondria ginjal dan dengan bantuan NADPH dan O2 berubah menjadi hidroksikolekaliferol. Selanjutnya senyawa ini meningkatkan perombakan tulang dan pembentukan protein pengikat Ca2+ pada mukosa. 2. Gangguan Kekurangan vitamin D dalam jangka waktu yag lama akan menyebabkan sedikitnya Ca2+ yang terdapat pada darah.Dengan demikian pasokan Ca2+ untuk tulang akan berkurang, tulang yang terbentuk jadi lemah dan kondisi ini disebut rakhitis. Kelebihan Ca2+ juga berakibat tidak baik, akan terlihat gejala lemah, lelah, mual, dan diare. Dalam jangka waktu lama akan menyebabkan deposisi Ca2+ pada ginjal, pembuluh darah dan lain-lain.
KELENJAR PANKREAS 1. GLUKAGON Adalah polipeptida berantai tunggal (BM 3485) yang terdiri atas 29 asam amino glukagon tidak mengandung residu sistein dan jadi tidak memiliki ikatan disulfida. Glukagon sama-sama memiliki sifat imunologik dan fisiologik dengan enteroglukagon, peptida yang diekstrasi dari mukosa duodenum dan 14 dari 27 residu asam amino sekretin identik dengan yang terkandung dalam glukagon dihasilkan / disekresi oleh pankreas pada bagian pulau langerhans oleh sel-sel α. 1. Fungsi a. Mendorong peningkatan konsentrasi glukosa darah b. Meningkatkan kecepatan transkripsi mRNA dari gen PEPCK c. Meningkatkan kadar cAMP sel adiposa 2. Mekanisme Kerja Glukosa tiba dipermukaan sel hati, dimana hormon ini melekat pada reseptor adrenalin yang spesifik. Pengikat glukagon, yang sesungguhnya tidak pernah memasuki sel, menyebabkan perubahan pada protein reseptor. Akan tetapi perubahan itu disalurkan melalui membran dan mengaktifkan adenilat siklase yang terikat pada permukaan dalam membran sel. Bentuk aktif yaitu adenilaf siklase sekarang mengubah ATP menjadi AMP siklik pembawa pesan kedua yang dengan cepat mencapai konsentrasi puncak, sebaliknya AMP siklik berikatan dengan sub unit pengatur protein kinase menyebabkan bagian katalisisnya menjadi bentuk aktifnya. Protein kinase yang sudah aktif kemudian mengkatalisis fosforilasi bentuk tidak aktif dari bentuk defosfo dari fosforilase kinase dengan menggunakan ATP untuk menghasilkan bentuk aktif / bentuk fosfornya, fosforilasi kinase aktif yang membutuhkan Ca2+ untuk kegiatannya, kemudian mengkatalisis fosforilasi α yang aktif. Fosforilasi α aktif ini kemudian mengkatalisis penguraian glikogen dengan kecepatan tinggi untuk menghasilkan glukosa 1- fosfat, selanjutnya 6- fosfat dan glukosa darah bebas. 3. Biosintesis dan Metabolisme Glukogen disintesis terutama dalam sel A pulau pankreas meskipun sejumlah bermakna dapat berasal dari tempat-tempat lain di dalam tratus gastrointestinal glukagon disintesis sebagai prekursor proglukagen yang jauh lebih besar (BM kira-kira 9000). Glukagen beredar di dalam plasma, dalam bentuk bebas. Karena dia tidak berikatan dengan protein pengankut waktu paruhnya sangat pendek (kira-kira 5 menit). Glukagen diinaktivasi dalam hati yang memiliki enzim yang mengankat 2 asam amino pertama dari N terminal dengan membelah antara Ser 2 Gln. Karena hati merupakan tempat berhenti pertama setelah glukagon disekresi dan karena hati dengan cepat menginaktivasi hormon kadar glukagn dalam vena porta jauh lebih tinggidari P dalam sirklasi tepi. 4. Rangkaian asam amino Glukagen Seperti juga insulin glukogen dibentuk dari prekursor biosintetik yang tidak aktif (proglukagen dan peproglukagen). Hormon yang terakhir ini dilengkapi dengan polipeptida penyambung isyarat di ujung terminad amino yang nanti dilepaskan dalam 2 tahap untuk menghasilkan hormon aktifnya. 5. Efek fisiologis Kelebihan : Sekresi Glukagen yang erlebihan adalah dapat menyebabkan diabetes yang berat selain itu hiperglikemia persisten yang dijumpai pada diabetes. Produksi bendaketon yang erlebihan pada diabetes, bak dilewati mobilisasi asam lemk bebas dari jringan lemak maupun pemacuan langsung terhadap produksi benda keton dalam hati. 2. INSULIN Dihasilkan oleh Pankreas 1. Fungsi • Menurunkan kadar glukosa darah • Memacu sintesis glikogen lemak dan protein 2. Biosintesis Insulin disintesis dalam sel β dari pulau-pulau langerhans dalam pankreas. Untuk mensintesis insulin yang disintesis terlebih dulu adalah prekursor yang disebut prohormon terdapat 2 bentuk prohormon insulin yang terdiri atas polipeptida tunggal yang lebih besar dari pada produk akhirnya, insulin. Prokursor pertama, “proproinsulin” berfungsi membwa hormon dari ribosom ke granula sekretorik dan kemudian diubah menjadi prohormon kedua, “ proinsulin”. Proinsulin kemudian diubah menjadi insulin hormon yang aktif dengan pelepasan segmen dalam yang cukup besar dari rantai polipeptida sehingga selain insulin inuin juga dilepaskan segmen yng disebut peptid C. Insulin yang dihasilkan mengandung 2 rantai polipeptida terpisah yang dihubungkan scara kovalen oleh ikatan disulfida. 3. Mekanisme Kerja Kadar glukosa yang tinggi dalam sirkulasi memacu pelepasan insulin dari pankreas insulin dalam sirkulasi mempermudah difusi glukosa ke dalam sel otot dan adiposit mempercepat penggunaan glukosa pada jaringan-jaringan ini insulin bekerja dengan berikatan pada reseptor spesifik membran plasma sel sasarannya. Insulin yang mempengaruhi besar terhadap metabolisme glukosa dalam hati yang berlangsung sesudah glukosa berdifusi melewati membran sel dengan menginduksi sintesis glukoninase spesifik. Enzim ini mempunyai Km untuk glukosa jauh lebih tinggi dibanding helesokinase hati yang non spesifik, dengan demikian terutama berfungsi pada saat kadar glukosa dalam sirkulasi meningkat. Insulin juga mempercepat sintesis glikogen dan menurunkan aktivitas enzim-enzim glukoneogenik, terutama glukosa 6-fosfarase pengaruh insulin adalah menghentikan pengeluaran glukosa oleh hati dan memacu penimbunan glikogen
KELENJAR ADRENAL A. MEDULA ADRENALIN / EPINEFRIN dan NONADRENALIN / NONEPINEFRIN Dihasilkan oleh medulla adrenal 1. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar medulla adrenal diturunkan dari tiroksin melalui 3,4 – dihidroksifenilalanin (dopa). Peratara lain dalam perubahan ini 3,4 – dihidroksifenilalanin, biasanya disebut dopamine, juga merupakan senyawa serupa hormon. 2. Biosintesis a. Transkripsi gen pengkode epinefrin dan nonepinefrin b. Translasi RNAd epinefrin dan nonepinefrin c. Pemrosesan menjadi epinefrin dan nonepinefrin fungsional 3. Fungsi Adrenalin atau Epinefrin: a. Menyiapkan tubuh dalam situasi “Waspada” b. Merangsang pemecahan glikogen menjadi glukosa darah (bahan bakar untuk gerakan otot anaerob) c. Menghambat pembebasan insulin d. Meningkatkan penyempitan arteri di kulit dan pelebaran arteri di otot e. Merangsang pembentukan ATP glikolitik (mendorong pemecahan anaerob glikogen pada otot kerangka menjadi laktat melalui proses glikolisis) Fungsi Nonadrenalin atau Nonepinefrin: a. Menyiapkan tubuh situasi “Rilex” b. Menyebabkan pelebaran pembuluh darah c. Meningkatkan tekanan sistolik dan diastolik 4. Gangguan: a. Epinefrin • Metabolisme tinggi ( gejala Hipermetabolisme) b. Nonepinefrin • Metabolisme rendah ( gejala Hipertensi) B. KORTEKS KORTISOL Dihasilkan oleh kortek adrenal 1. Biosintesis Sintesis kartisol memerlukan tiga enzim hidroksilase yang bekerja secara berturut-turut pada posisi C-17, C-21, dan C-11. Dua reaksi pertama berlangsung cepat, sedangkan reaksi hidroksilasi C-11 berlangsung relatif lambat. Jika posisi C-21 merupakan posisi pertama yang terhidroksilasi kerja enzim 17α hidroksilase akan terhambat dan lintasan yang diikuti adalah lintasan mineral-kartikoid sehingga terbentuk kortikosteron atau aldosteron yang tergantung pada tipe selnya. 17α hidroksilase merupakan enzim reticulum endoplasma halus yang bekerja pada progesterone atau lebih sering lagi pada pregnalon 17α-hidroksiprogesteron mengalami hidroksilasi pada posisi C-21 sehingga terbentuk 11-deoksikartisol yang kemudian juga terhidroksilasi pada posisi C-11 hingga terbentuk kartisol, yaitu hormone glukokortikoid alami yang paling poten pada manusia. 21-hidroksilase merupakan enzim mitokondria. Dengan demikian steroldegenesis melibatkan gerakan ulang-aling substrat yang berkali-kali ke dalam dan keluar mitokondria dari sel fasikulata dan retikularis. 2. Fungsi Kortisol Merangsang pengubahan lemak dan protein ke metabolid-metabolid intermedian yang akhirnya di ubah menjadi glukosa. 3. Kelebihan Kortisol Kelebihan kortisol dapat menyebabkan kadar gula darah naik pada hormone glukokortikoid sering disebut sindrom custing, yaitu kehilangan pola diormal sekresi ACTH dan kortisol mereka menunjukkan hiperglikemia atau intoleransi glukosa karena peningkatan glukoneogenesis sehingga mengakibatkan penipisan kulit, atrofi otot, osteoporosis, infolusi jaringan limfoit yang luaus dan keseimbangan nitrogen yang negative larutan. 4. Kekurangan kortisol Kekurangan kortisol dapat menyebabkan penyakit Adison dimana terjadi kelelahan, kelemahan, pigmentasi kulit, dan kesukaan yang berlebihan terhadap garam. Penderita penyakit ini sangat peka terhadap stress dan infeksi.
KELENJAR GONAD A. HORMON YANG DIHASILKAN TESTIS TESTOSTERON Dihasilkan oleh kelenjar testis 1. Fungsi testosterone Memperlancar pertumbuhan rambut muka baik pria maupun wanita juga mempengaruhi system reproduksi, juga diperlukan untuk produksi sperma. Merangsang sintesis protein dalam organ asesons laki-laki dan peristiwa ini merupakan suatu efek yang disertai dengan penigkatan akumulasi total RNA seluler termasuk (RNAt, RNAm, RNAr) menyebabkan pembesaran ginjal uyang menyeluruh dan mensintesis sejumlah enzim berbagai spesies, merangsang replikasi sel pada beberapa jaringan target dengan E2 (alfa estradion) terlibat dalampembelahan sel prostat yang ekstensif dan tidak terkendali sehingga menyebabkan hipertrofi phosfat. 2. Biosintesis Testosteron Gugus keto dan C-17 direduksi menjadi hidroksil membentuk testosterone. 3. Kelebihan Testosteron Kelebihan testosterone dapat menyebabkan • Berkaitan dengan gejala ginekomastia (pembesaran payudara pria) pubertas atau pasca pubertas pada orang yang lebih tua dan penderita penyakit hati yang kronis atau hipertirodisme • Menyebabkan keluhan serta gejala estrognasi 4. Kekurangan Testosteron Menyebabkan hipergonadisme, yaitu cirri-ciri seks skunder akan gagal berkembang dan jika terjai pada orang dewasa banyak diantara cirri-ciri tersebut mengalami regresi sehingga menyebabkan feminisasi pada pria, yaitu orang laki-laki tampak punya fenotip perempuan tetapi mempunyai genotip XY. Kasus yang paling ringan hanya menunjukkan uretra pada penis dengan pada keadaan sebenarnya menyebabkan sindrom feminisasi testicular. 5. Cara kerja Testosteron Testosterone bebas memasuki sel melalui membrane plasma baik dengan proses difusi pasif maupun difusi terfasilitatif. Sel target akan menahan testosterone karena hormone tersebut teriakt pada reseptor intrasel yang spesifik ada dua macam reseptorr pada androgen (testosterone) • Bentuk a memiliki masa molekul 87 KDA • Bentuk b memiliki masa molekul 110 KDA Sitoplasma mengandung enzim 5 α reduktase yang mengubah testosterone menjadi dehidrotestosteron. Perbedaan aktivitas yang ditambah dengan kemampuan target membentuk DHT dari testosterone dapat menentukan apakah kompleks testeron-reseptor atau kompleks DHT-reseptor yang bekerja aktif, penentuan lokasi kompleks testosterone DHT-reseptor. Di dalam nucleus merupakan persyaratan bagi kerja testosterone. Pengikatan kompleks reseptor-reseptor steroid dapat melibatkan tahap aktifasi sebelumnya, dan spesifikasi dihasilkan oleh unsure respon testosterone.
B. HORMON YANG DIHASILKAN OVARIUM
1. ESTRADIOL Dihasilkan oleh ovarium 1. Fungsi β-Estradiol/estrogen - Menyebabkan perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder di awal masa remaja - Mempersiapkan indung telur untuk pembentukan telur - Turut dalam persiapan bulanan tubuh untuk kehamilan yang mungkin terjadi - Untuk mengatur ekspresi gen - Memperlambat metabolism hati sehingga senyawa estrogen bisa diberikan per oral. 2. Biosintesis Dalam ovarium seri reaksi-reaksi dari kolesterolke testosterone juga terjadi kemudian meneruskan lebih lanjut. Cincin A dioksida dalam beberapa langkah menjai cincin fenol (daerah di naungi) dengan kehilangan gugus metal bersudut pada C-19 dan perubahan gugus keton menjadi gugus hidroksi. Hasilnya 17β-Estradiol. 3. Kelebihan Estradiol Kelebihan estradiol dapat meningkatkan konsentrasi reseptor estrogen maupun progesterone 4. Kekurangan Estradiol Kekurangan estrogen akan menghilangkan hambatan pada pituitary, dan sejumlah besar hormone perangsang folikel dilepaskan ke dalam aliran darah 5. Cara kerja Estradiol Estrogen yang utama disekresikan oleh wanita adalah β-estradiol yang dibuat oleh ovarium dari testosterone, yaitu hormone seksual prima yang utama. Reseptor intraseluler yang khas untuk β-estradiol ditempatkan ke dalam sel-sel target utama, uterus, dan kelenjar susu. Reseptor estrogen disebut ekstrofilin 1 untuk mengikat molekul estrogen. Reseptor ini mengalami perubahan molecular menjadi ekstrofili 2 sebagai pembawa pesan ke 2 dalam kegiatan estrogen. Estrofilin-2 memasuki nucleus sel dan berinteraksi dengan kromatin, selanjutnya memerintah gen-gen tertentu untuk memproduksi protein-protein spesifik pada jaringan-jaringan seksual tambahan yang dirangsang. Sebagai contoh, estradiol yang diberiakn pada anak ayam menimbulkan peningkatan pada laju sintesis protein telur spesifik oleh oviduct, khususnya ovalbumin an ovovitalin. Estradiol mempersiapkan indung telur untuk pembentukan telur.
2. PROGESTERON Progesteron dihasilakn oleh kelenjar corpus luteum 1. Fungsi Progesteron - Merangsang implantasi sel telur dan biosintetik hormone selaput otak adrenal - Meneruskan persiapan uterus bagi kehamilan dan menghambat perkembangan folikel baru - Untuk menyiapkan dan mempertahankan endometrium sekretorit yang melaksanakan pemberian awal nutrisi pada plastosit berimplantasi juga untuk mempertahankan kehamilan 2. Biosintesis Perubahan dari gugus 3 – β-hidroksil ke gugus keto dan migrasi ikatan rangkap dan posisi 5,6 ke 4,5 (cincin B ke cincin A) Jalur dan kolesterol ke progesterone merupakan daerah yang dinaungi menunjukkan modifikasi struktur yang terjadi pada suatu seri reaksi. 3. Kelebihan progesterone Merangsang transkripsi gen protein putih telur species burung (avian) khususnya ovalbumin dan konalbumin 4. Kekurangan progesterone Penghentian kerja progesterone akan mengakibatkan berhentinya kehamilan.
KELENJAR GASTRIN Hormon pada saluran pencernaan, antara lain Gastrin, Sekretin, Kolesistokinin, dan Pankreozimin.
A. LAMBUNG Menghasilkan hormon Gastrin Gastrin diproduksi oleh mukosa pilorik dan terbentuknya hormone ini dirangsang oleh adanya protein dari makanan atau mungkin juga oleh asam lambung. Rangsangan mekanik berupa gerakan lambung juga dapat meningkatkan produksi gastrin. Hormon dibawa oleh darah ke sel-sel tujuan dan mengakibatkan sel-sel tersebut mengeluarkan asam HCl lebih banyak. Molekul gastrin adalah suatu heptapeptida.
B. USUS 12 JARI Menghasilkan • Sekretin • Polipeptida 33 asam amino • Polipeptida 22 asam amino • Polipeptida 43 asam amino
C. KOLON (USUS BESAR) Menghasilkan • Polipeptida 33 asam amino • Polipeptida 43 asam amino • Polipeptida 28 asam amino
D. PANKREAS Menghasilkan polipeptida 14 asam amino
E. MUKOSA USUS Menghasilkan Sekretin Sekretin adalah suatu polipeptida yang dapat diperoleh dalam bentuk Kristal. Jadi, Sekretin diproduksi oleh mukosa usus, dan diangkut oleh darah ke pancreas. Hormon ini merangsang pancreas untuk mengeluarkan cairan pankreas yang mengandung bikarbonat banyak. Kemungkinan sekretin juga merangsang aliran cairan usus dan merupakan salah satu factor yang meningkatkan sekresi empedu oleh hati. Kolesistokinin terdapat dalam ekstrak mukosa usus halus, hormone ini merangsang sekresi cairan pancreas yang mengandung banyak enzim. Hormon lin yang juga terdapat dalam mukosa usus halus bagian atas adalah pankreozimin. Pankreozimin tahan terhadap panas, tidak dapat rusak oleh asam, tetapi tidak stabil terhadap alkali. Senyawa ini dapat dipisahkan dari sekretin dalam larutan alcohol dengan jalan pengendapan sekretin oleh garam empedu dan pengendapan pankreozimin oleh penambhan NaCl hingga jenuh. Pankreozimin adalah suatu protein dan dapat diperoleh dalam keadaan murni. Molekul pankreozimin terdiri atas 33 buah asam amino. Pengeluaran hormone ini disebabkan oleh beberapa macam zat, antara lain kasein, dekstrin maltose, laktosa dan lain-lain. Apabila sekretin merangsang keluarnya cairan pancreas yang mangandung bikarbonat banyak dan hormone kolesistokinin merangsang keluarnya cairan pancreas dengan kadar enzim tinggi, maka pankreozimin merangsang keluarnya cairan pancreas dengan kadar bikarbonat maupun enzim tinggi.
Oleh
dio bekti pamungkas
Biologi 2012
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI 2010
SOAL-SOAL LATIHAN BIOKIMIA
LANJUTAN KARBOHIDRAT:
1. Jelaskan perbedaan antara glikolisis, glukoneogenesis, glikogenolisis, dan glikogenesis.
2. Bagaimana dan mengapa glikogen dibentuk.
3. Bagaimana mekanisme proses glikogenesis dan mengapa proses ini perlu terjadi?
4. Mengapa proses glukoneogenesis perlu terjadi?
5. Jelaskan terjadinya siklus Cori dan mengapa siklus tersebut perlu terjadi?
ASAM AMINO DAN PROTEIN
1. Gambarkan struktur asam amino, dan tunjukkan bahwa asam amino merupakan senyawa khiral.
2. Uraikan klasifikasi asam amino dengan menggunakan contoh.
3. Gambarkan bagaimana ikatan peptide dapat terbentuk.
4. Bedakan antara ikatan peptida, polipeptida, dan protein.
5. Jelaskan disertai gambar perbedaan protein primer, sekunder, tersier, dan kuartener.
6. Mengapa protein dapat mengalami denaturasi atau renaturasi?
7. Uraikan penggolongan protein berdasarkan struktur dan fungsi serta berdasarkan kelarutannya.
8. Jelaskan biosintesis asam amino berdasarkan kelompok asam amino.
9. Jelaskan tahapan reaksi katabolisma asam amino.
10. Kapan kita bisa membedakan vitamin dan mineral? Apa peran dari vitamin dan mineral secara umum? 11. Jelaskan salah satu penggolongan vitamin yang digunakan dan dasar penggolongannya.
1. Jelaskan perbedaan antara glikolisis, glukoneogenesis, glikogenolisis, dan glikogenesis.
2. Bagaimana dan mengapa glikogen dibentuk.
3. Bagaimana mekanisme proses glikogenesis dan mengapa proses ini perlu terjadi?
4. Mengapa proses glukoneogenesis perlu terjadi?
5. Jelaskan terjadinya siklus Cori dan mengapa siklus tersebut perlu terjadi?
ASAM AMINO DAN PROTEIN
1. Gambarkan struktur asam amino, dan tunjukkan bahwa asam amino merupakan senyawa khiral.
2. Uraikan klasifikasi asam amino dengan menggunakan contoh.
3. Gambarkan bagaimana ikatan peptide dapat terbentuk.
4. Bedakan antara ikatan peptida, polipeptida, dan protein.
5. Jelaskan disertai gambar perbedaan protein primer, sekunder, tersier, dan kuartener.
6. Mengapa protein dapat mengalami denaturasi atau renaturasi?
7. Uraikan penggolongan protein berdasarkan struktur dan fungsi serta berdasarkan kelarutannya.
8. Jelaskan biosintesis asam amino berdasarkan kelompok asam amino.
9. Jelaskan tahapan reaksi katabolisma asam amino.
10. Kapan kita bisa membedakan vitamin dan mineral? Apa peran dari vitamin dan mineral secara umum? 11. Jelaskan salah satu penggolongan vitamin yang digunakan dan dasar penggolongannya.
Langganan:
Postingan (Atom)